Bagian Empat

25 5 2
                                                  

Saat itu, Jungkook merajuk tepat ketika memergoki Namjoon dan Seokjin berciuman. Ia dan keempat kakaknya berjalan bersama menuju taman belakang untuk merayakan kemenangan mereka. Begitu tiba ditaman, hal yang tak mereka pikirkan akan terjadi justru mereka lihat. Seokjin dan Namjoon berciuman sedemikian mesra ditaman. Dengan Seokjin yang masih memegang penjepit daging disatu tangannya, satu tangannya melingkari leher Namjoon. Sementara Namjoon melingkari lengannya disekeliling pinggang Seokjin yang ramping. Merapatkan tubuh keduanya hingga menempel tanpa celah. Jungkook dan semua orang yang berada disana melihat dengan jelas bagaimana keduanya saling memagut bibir dengan liar.

Hingga Jungkook merasa marah dan—

"Jin-hyung!!" Teriaknya menginterupsi dan ciuman itu terlepas. Jungkook berlari meninggalkan taman belakang dan langsung disusul oleh Seokjin yang langsung meninggalkan Namjoon yang masih mematung.

Berhari-hari Jungkook merajuk. Bahkan anak itu tak pulang ke dormitori dan memilih menginap di sekolah. Atau menginap didormitori milik temannya. Seokjin kewalahan menghadapi Jungkook. Ia rela melakukan apapun agar Jungkook mau berhenti merajuk. Ia akan melakukan apapun agar amarah Jungkook mereda.

Dan ketika Jungkook mengajukan sebuah syarat, Seokjin langsung mengiyakannya.

"Aku akan berhenti mengambek, dengan satu syarat.." ucap Jungkook sewaktu Seokjin menariknya dari depan gerbang sekolah kedalam mobil. Jungkook akan kabur waktu itu kalau Seokjin tak buru-buru menariknya masuk kedalam mobil.

"Akan aku lakukan apapun, Kook." Jawab Seokjin mantap

"Setelah aku lulus sekolah, jadilah pacarku, hyung."

"Ya, aku berjanji untuk itu." Ujar Seokjin tegas, ia langsung menyahut begitu Jungkook mengusaikan kalimatnya.

Jungkook tersenyum saking senangnya. Ia bahkan tak berpikir mengapa Seokjin memutuskan untuk menyanggupi syaratnya dengan cepat. Tak berpikir dua kali, atau berkelit ingin berpikir dulu.
.
.

"Aku sungguh minta maaf, Kook..." ujar Seokjin memohon, ia menangis juga. Menangis karena telah membuat Jungkook mengetahui hal tersebut, menangis karena telah membuat Jungkooknya menangis.

"Kenapa kau melakukan ini padaku, hyung?" Jungkook masih sesegukkan, namun pertanyaan itu ia lontarkan juga

Seokjin menundukkan kepalanya dalam. Terlalu malu untuk memandang Jungkook.

"Kau bilang kau mencintaiku," Ujar Jungkook disela tangisnya, ia masih tak melepaskan kedua tangannya dari wajahnya

Seokjin mengangkat wajahnya dan memberanikan diri menatap Jungkook yang masih menangis didepannya, "Aku mencintaimu, Kook. Sumpah, aku mencintaimu—"

"Tapi kau bercinta dengan Namjoon-hyung!!" Sergah Jungkook setengah berteriak, sudah tak peduli kalau suaranya akan terdengar sampai keluar

Seokjin kembali ditampar dengan kenyataan memalukan tersebut. Ia melihat wajah kecewa Jungkook yang begitu menyiksa. Air mata masih membanjiri pipi chubby-nya, kedua matanya bengkak karena lama menangis, hidungnya sudah memerah. Seokjin ingin sekali mengusap wajah itu dan mengatakan semua akan baik-baik saja. Tapi, kenyataannya semuanya tak baik.

"Kumohon maafkan aku," Mohon Seokjin lagi penuh sesal

"Kau ingin aku mengakhiri hubungan ini?"

Seokjin membulatkan kedua matanya, ia merasa terkejut juga mendengar pertanyaan tersebut. Meski itu adalah hal wajar yang pasti akan dilakukan semua orang ketika memergoki kekasihnya berselingkuh. Apalagi dengan temannya sendiri.

Between UsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang