atmosfer warunk upnormal yang tadinya biasa-biasa aja berubah menjadi mencekam sepenuhnya ketika johnny akhirnya selesai bercerita. johnny menunggu komentar dan respon kedua orang di depannya, sementara taeil dan lucas kini masih bergeming.
"gue tau ini susah dipercaya tapi—"
"tar dulu john, tar dulu." taeil memberi isyarat dengan tangannya agar johnny diam dulu. dia masih mau mencerna cerita dari johnny barusan.
jika benar hanya pemenang permainan yang dibiarkan hidup sementara yang lain menghilang, lalu siapa chenle yang ia temui kemarin? logika taeil ga bisa masuk.
sedangkan beda dengan taeil, di kepala lucas saat ini....
ga ada pikiran apa-apa.
mulai dari pertengahan cerita johnny tadi lucas hanya diam menyimak dan sampai saat ini pun lucas masih diam dengan tatapan kosong. hingga akhirnya johnny menyentil jidad lucas lumayan keras.
"AAK! apa seh?"
"nanti kesurupan. malu." jujur johnny agak khawatir. agak ya. agak berarti dikit. masalahnya ini baru pertama kali dia liat lucas berekspresi kayak gitu.
"by the way guys. gue juga ngajak bang chanyeol kemari. gue ngerasa akan lebih baik kalo ngajak orang yang udah ngalamin lebih dulu."
kalimat dari johnny berhasil membawa taeil keluar dari lamunannya. "terus dia mau?"
"yoi. katanya sih sekitar jam 3-an."
"nah tu dateng." lucas melambaikan tangan ketika melihat pria jangkung yang ia yakin adalah chanyeol baru saja memasuki cafe.
jujur aja meskipun lucas adalah laki-laki tulen, ia sempat kena tembak pesonanya chanyeol sebentar. aura charmingnya tuh overload banget sampai beleber-beleber. adegan di mana chanyeol buka pintu dan masuk cafe itu jadi versi slow-motion di mata lucas.
chanyeol hari itu pake jeans robek-robek di dengkul tapi tetap fashionable abis, dan meski cuma pake kaos oblong putih polos yang kemudian dibalut jaket bomber warna army dengan tempelan bordir-bordir berbagai bentuk, keliatan keren gilak di mata lucas. belom lagi salah satu pundaknya menanggung beban sebuah tas gitar, terus terus, sementara tangan kirinya melepas topi yang tadi dia pake, tangan kanannya langsung sigap mengacak-acak rambut miliknya sendiri dengan kepala yang juga geleng-geleng.
lucas juga sampai ikut geleng-geleng. baru kali ini dia ketemu orang sekeren chanyeol. lucas langsung membayangkan dirinya jadi sekeren itu dan kemudian langsung diserbu kaum hawa yang minta nomor WA.
gapapa mengkhayal dulu karena prinsip lucas adalah "halu dulu soalnya jadi nyata juga susah". #sobatpesimis
tapi meskipun pesimis dengan dirinya yang lebih sering pake celana training dan kaos yang makin tipis karena saban hari dipakai itu. lucas akhirnya menemukan cita-cita ke-156-nya. iya, cita-cita baru lucas : menjadi park chanyeol.
"duduk sini bang." lucas menarik kursi kosong disampingnya, mempersilakan chanyeol duduk.
"thanks bro."
"wow," balas lucas tanpa sadar dengan mata berbinar. yang jelas mendapat tatapan 'hahhh?' dari seorang chanyeol.
perlu di garis bawahi, italic, dan bold ya, bahwa sebenarnya lucas cuma sekadar kagum level banget astagfirullah jadi kalau kalian mikir yang berbelok-belok coba disetrika atau dicatok dulu.
ok. sekian dulu tentang lucas dan cita-cita ke 156-annya. mari kembali ke benang biru karena kita gak punya benang merah.
"jadi gimana?" chanyeol membuka percakapan.
KAMU SEDANG MEMBACA
-; merapi : sacrifice
Mystery / Thriller[werewolf | nct ot21 sequel] ⚠️baca werewolf dahulu setelah mereka bertiga terbangun di halaman belakang sebuah mansion mewah dengan penuh kejanggalan, taeil, johnny, dan lucas merasa ada sesuatu yang hilang. ℹ️genre : fanfiction, mystery, thriller...
