Hipotesis 1

163 87 42
                                                  

*Bruk

Suara benturan antara dua benda itu sukses membuat seorang gadis berambut pendek sebahu terkejut. Sebut saja namanya Risa.

Ya, namanya adalah Agnarisa Arisa.

Dengan cepat, Risa mendongak untuk melihat orang yang baru saja menaruh tumpukan kertas di atas mejanya.

Dia mengernyitkan alis, "Ngomong-ngomong ini apa?" tanyanya pada gadis lain di depannya.

"Ini catatan untuk presentasi minggu depan. Semuanya berisikan tentang teori kuantum dan atom, " jawab gadis itu dengan tersenyum. "apa kamu lupa sama tugas dari pak Eko?" lanjutnya yang dengan tanda kutif ingin menjadi sok penyelamat buat Risa.

"Nggak mungkin lah. Aku mana mungkin lupa sama hal sepenting itu," Risa lalu menggeser kursi dan berdiri. Dia mengambil secarik kertas yang ada di meja kemudian terlihat dengan jelas bahwa dia sedang berpikir. Setelah beberapa saat, dia menaruh kertas itu di tempat semula.

"Ini semua buatan kamu, Yuri? Hebat juga, aku bisa langsung paham hanya dengan sekali lihat," kata Risa kepada sahabat dekatnya, Yurika Yuri.

"Hebat, kan? Tapi kamu sendiri gimana? Kasih tau dong, kamu mau presentasi apa untuk minggu depan," pinta Yuri dengan ekspresi yang berbeda. Tapi buru-buru Yuri menghilangkan rasa penasarannya karena dia mungkin tahu apa yang sedang diteliti oleh Risa saat ini.

Mau apa dikata, sahabatnya dari kecil ini sebenarnya tidak tahu apa-apa soal percintaan. Dengan kata lain, hal itulah yang saat ini ingin dia selidiki dan masuk kedalam ulangan harian.

"Sepertinya aku tahu...."

Risa tersenyum kepada Yuri.

"Habisnya, aku benar-benar penasaran dengan percintaan. Karena kupikir percintaan adalah hal bodoh yang biasa orang lain lakukan! Tapi setelah melihat cowok itu... Ahh, aku gak kuat untuk mendefinisikannya!"

Yuri berdecak dengan berat. Ternyata setelah tahu percintaan dia jadi nge-bucin parah. Lalu soal cowok yang Risa maksud, Yuri pun tahu siapa dia.

Siapa lagi cowok populer di sekolah ini dan sang ketua dari klub futsal yang terkenal karena jago, namanya adalah Harito Harith.

"Tapi tunggu dulu! Emangnya apa yang bisa kamu jadikan referensi untuk presentasi minggu depan dengan perasaan kamu ke si Harith?" karena mau dipikirkan bagaimana pun, apa hal seperti percintaan bisa dipresentasikan?

Setelah beberapa saat, Risa berbalik kepada Yuri lalu memegang ujung bibir mungilnya dengan jari telunjuk.

"Secara teknis ini rahasia. Spoiler yang berlebihan itu nggak bagus!"

***

SMA swasta EStirastikXX.

Mengingat bahwa SMA ini adalah salah satu SMA elite di Indonesia, maka tak heran bahwa interior di sekolah ini pun sangat menakjubkan.

Di sekelilingnya dilingkari dinding batu bersinar sekitar 5 meter, gerbang yang seukuran dengannya menjadi satu-satunya tempat untuk keluar masuk. Di tengah lahan itu terdapat sebuah gedung besar tempat semua siswa mempelajari semua ilmu. Gedung itu memiliki 4 lantai dengan jumlah siswa yang sangat banyak.

SynthesiS : Love from Serotonin Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang