Guys sedikit info ..
Kalo di casting kan ada nama al ghazali, tapi dalam cerita aku udah ganti perannya sama sii @julianjacs
Maaf yaa.. Cuma pengen beda ajah.
(Julian ga kalah ganteng juga koq dari ali sama al) ^^

Selamat membaca .. Jangan lupa voment.


Ali POV

"Hei.."

seseorang menepuk bahuku, aku yang sedang mengobrol dengan teman-teman sekelasku di taman, menoleh padanya.

"sudah beri salam pada ayahmu ??"

lanjutnya lagi seraya tersenyum manis padaku.

Aku memperhatikan wajahnya dengan seksama

"Juliaaaaan..."

aku berseru bahagia langsung memeluknya rindu. Julian sahabat lamaku, kita terpisah karena ayahnya harus pindah keluar negeri dan minggu kemarin dia memang mengabarkan akan datang tinggal di indonesia dan melanjutkan studinya tapi tak ku sangka ia memilih sekolah yang sama denganku.

"kapan lo tiba bro ??? kenapa ga hubungin gue, ahh parah lo jadi sahabat"

aku bertanya padanya dengan tangan yang masih merangkul bahunya, sudah hampir 3 tahun kita tak bertemu, untung saja kecanggihan teknologi jaman sekarang membantu kami agar tetap berhubungan.

"guys, kenalin ini Julian, sahabat gue dari TK"

aku memperkenalkan julian pada teman-temanku, mereka mulai saling berjabat tangan dan saling memperkenalkan diri.

Aku kemudian mengajak Julian berjalan-jalan mengitari sekolah,sepanjang perjalanan banyak murid-murid cewek yang memperhatikan kami dengan wajah kagum mereka dan beberapa pujian

"wah dia sangat ganteng, ya ampun siapa cowok itu manis banget senyumnya"

sebenarnya hal itu sudah tak asing untukku, tapi sepertinya kali ini banyak pujian yang terlontar dari mulut mereka, adalah untuk orang yang berada di sebelahku. Tatapan mereka lebih pada dirinya, Ya aku tak heran, Julian juga merupakan sosok idola, dia memiliki tubuh yang atletis, tinggi kami sama, dia juga memiliki wajah yang tampan, aku pernah mendengar salah satu teman SMP kami memanggilnya namanya dengan sebutan kyuhyun,kata mereka wajahnya mirip dengan salah seorang anggota dari boyband korea super junior.

Ku lirik Julian sekilas ingin melihat reaksinya, tapi ekspresi wajahnya nampak biasa saja, mungkin di sekolahnya dahulu dia juga sudah sering kali menghadapi situasi seperti ini.

"Li, kemarin gue sempet nonton lo pentas"

aku mengkerutkan dahi, dia bilang kemarin?? berarti nii anak udah nongol dari kemarin tapi kenapa ga nyamperin.

Seakan bisa membaca isi pikiranku ia menambahkan lagi

"kemaren itu gue baru masuk cuma buat daftar doank dan pas lagi nyari ruangan kepsek ga sengaja lewat auditorium. Ehh gue ngeliat elu lagi jadi pangeran. pengen nyamperin tapi bokap udah nyuruh cepet, yaa udah persingkat waktu cuman pengen liat siapa yang meranin jadi putri tidurnya, gue langsung nyabut"

"wah jahat lo, masa Cuma pengen liat yang jadi putrinya, yang sahabat lo itu yang jadi pangeran" ucapku pura-pura kesal

"hahaha, tapi kayaknya gue lagi suka sama cewek deh, cinta pada pandangan pertama"

"lah emang kemaren lo suka sama cowok???"

aku memandangnya horror, dia lagi suka sama cewek berarti kemarin-kemarin homo donk, yaa bukan salahku kan siapa tau dunia barat bikin otaknya jadi sedeng.

Namun Julian malah menoyor kepalaku kuat, dan aku hanya bisa pasrah, salah mulutku sih sebenarnya yang suka kebablasan.

"sialan lo, gue normal sukanya sama cewek cuman baru kali ini ada cewek yang mampu ngerebut perhatian gue tanpa ia berusaha dan parahnya pada pandangan pertama"

julian melipat kedua tangannya di depan dada, pandangannya menerawang.

"hahaha, sorry bro .. trus siapa cewek beruntung itu ???"

"Putri salju" jawabnya to the point tanpa menoleh kepadaku.

A crazy little thing called love aliandoprilly versionBaca cerita ini secara GRATIS!