-Harry POV-

"Shit!!" Aku membanting ponselku dengan keras kearah kasur.

Dia sungguh egois, mengapa dia tidak mau memberikan aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya? sudah ku bilang kalau aku tidak memiliki hubungan apa-apa dengan wanita itu. Dia hanya fans yang tidak tau diuntung, sudah baik aku membiarkannya berfoto denganku, tapi tiba-tiba dia sengaja mencium bibirku saat aku lengah. Aku sungguh frustasi karena sudah puluhan kali aku mencoba menelefon namun tak ada satupun yang diangkat olehnya "Shit!" Rutukku lagi. Aku menatap nanar layar ponselku yang menunjukan panggilan yang terputus dengan nama Emma di atasnya.

"Hi mate, ada apa? Kau terlihat frustasi? Apa ini ada hubungannya dengan berita murahan itu?" Aku merasakan seseorang menepuk pundakku dari belakang. Dengan sangat malas aku akhirnya terpaksa menoleh kearah belakang untuk melihat siapa yang berani-beraninya mengganggu seekor singa yang sedang mengamuk.

"Bukan urusanmu" Ucapku acuh saat melihat ternyata orang tersebut adalah Liam.

"Tentu itu menjadi urusanku, hazz. Kau temanku" Ucapnya lalu duduk disampingku dan menatap wajahku penuh simpati. Sedangkan aku memutar kedua mataku kearahnya. Aku muak jika harus ditatap dengan tatapan menjijikan seperti itu.

"Keluar dari kamarku atau jangan harap besok kau masih dapat melihat matahari terbit" Ucapku dengan nada sarkas lalu menarik ke atas rambut ikalku dengan frustasi. Sedangkan Liam hanya mendengus pasrah kearahku.

"Okay, sepertinya lebih baik aku keluar dari kamarmu sebelum kau benar-benar memakan ku hidup-hidup. Aku tau kau sedang frustasi Harry. Lupakan lah sejenak gosip murahan itu dan tenanglah.. Emma hanya butuh waktu untuk mengerti semuanya, aku yakin besok dia pasti akan kembali seperti biasanya, trust me" Ucapnya lalu kembali menepuk pundakku dua kali. Aku hanya mendengus lalu memutar kedua mataku lagi saat mendengar perkataannya.

Dia kembali membalikan tubuhnya saat tiba di ambang pintu.

"Dan satu lagi, Kau ingat tanggal berapa sekarang? bersiap-siap lah. Kita akan merayakan ulang tahun Louis di pub biasa, kita akan menunggu lima belas menit dari sekarang, okay?". Aku hanya membalas perkataannya dengan dengusan kasarku lalu dengan cepat ia menghilang dari balik pintu kamar. Aku kembali menghela nafas pelan dan menatap lagi layar ponselku berharap kalau Emma akan menelefonku balik namun hasilnya nihil, ditatap berapa kalipun layarnya masih tetap gelap dan tidak bergetar sama sekali.

Aku memutuskan untuk mandi dan menghilangkan penat ku hari ini dengan berendam didalam buthtub, air hangat nya membuat tubuhku sedikit tenang dan sedikit menghilangkan perasaan resah terhadap hubunganku dengan Emma. Kita memang bisa dibilang sudah agak lama menjalin hubungan, aku bertemu dengannya di sebuah pub yang biasa aku kunjungi disaat perasaan ku sedang kacau. Saat itu aku baru putus dengan mantan kekasihku Taylor. Ya, Taylor swift, Kalian pasti pernah mendengar namanya, bukan? Dia memang seorang artis yang sangat di gandrungi dikalangan anak muda saat ini.

Aku memang orang yang pantas disalahkan atas putusnya hubunganku dengannya, aku memang yang membuatnya terluka, aku yang membuatnya kecewa, aku yang menghancurkan rasa kepercayaannya, aku yang bisa dibilang 'bermain dibelakangnya'.

Aku akui aku memang laki-laki brengsek.. Tapi sungguh aku sangat menyesal saat itu--atau mungkin sampai saat ini, aku ingin memperbaiki hubunganku dengan Taylor, tapi beberapa hari setelah Taylor memutuskan hubunganku dengannya tiba-tiba dia dikabarkan dekat dengan salah satu sahabatku. Ed Sheeran, Bahkan foto dia sedang berciuman disalah satu pub sudah beredar saat itu , Dan itu berhasil membuat hatiku kembali terluka.

Beberapa hari aku uring-uringan keluar masuk pub, pulang hampir pagi, semua menatapku dengan tatapan simpatik yang menurutku sangat menjijikan, mereka jelas tau betapa hancurnya aku saat itu, tapi tidak ada diantara mereka yang berhasil membuatku menjadi lebih baik. Bahkan menurutku mereka hanya membuatku menjadi semakin terlihat buruk dengan tatapan 'simpatik' dan diiringi dengan perkataan omong kosong yang mereka berikan padaku.

When Fairy Meet The Love [h.s]Baca cerita ini secara GRATIS!