1. MIMPI & TOILET SEKOLAH

65 16 18
                                    

NOTE.
DON'T FORGET TO VOTE, OKAY?
THANK YOU :"

Selamat Membaca Kisah
Perjalanan Amanda<3

--

🎶I See The Light🎧
Ost Tangled - Rapunzel
Cover Dita & Denise Secret Number

--

Sebenarnya masalah yang kita hadapi sekarang, adalah akibat dari perbuatan kita di masa lalu. -Amanda Natalie.

-DIMENSI-

1. MIMPI & TOILET SEKOLAH

"EH BANGSAT BERDIRI LO!" bentak seorang cewek bernama Gisel.

"KENAPA LO? TAKUT? DASAR PELACUR!" tambah Gisel.

Amanda hanya diam saja. Bukan karena dia takut, melainkan dia sudah berjanji pada orangtuanya untuk menjaga sikap, meski baginya itu sangat sulit.

Gisel menarik bahu Amanda yang membuat Amanda berdiri.

"Lo gak tau apa-apa tentang gue," santai Amanda.

"Heh! Lo sadar gak sih?" tanya Gisel kemudian menunjuk wajah Amanda. "Semua orang disekolah ini tau, kalo lo itu sampah SMA Trilanka, yang pindah ke SMA Garuda Nusantara, karena dibuang!" ucap Gisel penuh penekanan.

"Kalo lo tau tentang gue, lo gak mungkin gunain jari telunjuk lo ini," ucap Amanda sembari menggenggam jari telunjuk yang tepat didepan wajahnya. "Buat hadir didepan mata gue," tambah Amanda dengan senyum devil miliknya, membuat orang yang menyaksikan itu bergidik ngeri.

Gisel melepaskan jari telunjuknya dari genggaman Amanda, dia takut jika ia harus terpaksa kehilangan jari telunjuknya. "Terserah! Pokoknya, lo itu sampah!" bentak Gisel kemudian keluar dari kelas baru Amanda.

Amanda kembali duduk di bangkunya, dan memasang headset tanpa kabel yang sudah terhubung dengan handphone iPhone miliknya.

Semua orang dikelas menyaksikan kejadian yang biasa disebut dengan Labrakan itu. Mereka semua memilih diam, karena mereka tau persis, seperti apa seorang Amanda, tidak takut pada siapa pun.

***

"Gimana, sekolah baru lo?" tanya Ersya, seorang cewek berambut pirang hijau, yang adalah sahabat dekat Amanda saat di SMA Trilanka.

"Gitu aja," jawab Amanda datar.

"Lo masih diizinin ke sini? Clubbing gini?" tanya Molly yang juga termasuk satu geng dengan Amanda dan Ersya.

"Gak diizinin juga tetep on the way, ya kan Man?" tanya Ersya.

"Manda, gue sama Ersya merasa bersalah. Padahal gue sama Ersya juga terlibat dalam masalah lo, tapi cuma lo yang di keluarin," ucap Molly dengan raut muka bersalah.

Amanda tertawa kecil. "Udahlah santai aja, lagipula gue emang niat pindah kesekolah itu," balas Amanda.

"Hah, kenapa?" tanya Ersya penasaran.

"Permintaan kakek gue sebelum dia meninggal. Dia pengin gue jadi lebih baik dan pindah kesekolah itu. Setelah dia meninggal, gue jadi merasa bersalah gak ngikutin kemauan dia," jelas Amanda.

"Kenapa kakek lo minta pindah kesekolah itu? Sedangkan SMA Garuda Nusantara, gak bagus-bagus amat, masih bagusan sekolah kita," ucap Ersya bangga.

"Iya, Man. Sekolah lebih bagus banyak kok," tambah Molly.

DIMENSITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang