24-Strange influence

318 37 307
                                    

Kamu bisa bersembunyi dari kesalahan, tapi tidak dengan penyesalan. Kamu juga bisa bersembunyi dengan drama, tapi tidak dengan karma.

______

Pintu mobil sport di buka dari dalam, menampilkan pria berpostur tinggi dan tegap dengan kacamata hitam yang bertengger di hidungnya. Kini, pria itu sedang bersandar di mobil seraya mengacak-acak rambutnya.

"Woy, liat depan sana!" Seru seseorang seraya menunjuk orang yang di maksud dengan menggerakkan kepalanya. "Itu Rama, kan?"

"Lah, iyaa Clara, itu Rama! Gila sih! damagenya bukan main woy!"

"Apalagi pas dia acak-acak rambutnya, rahim gue kok anget ya."

Mendengar perbincangan kedua temannya, perempuan yang di ketahui bernama Clara itu tersenyum lebar. Clara kembali berandai-andai jika Rama menjadi pacarnya, pasti kefamousan dirinya akan bertambah.

"Kuy, Samperin jodoh gue!" Seru Clara, yang di ikuti kedua temannya dari belakang.

Sedangkan Rama berkali-kali menghela napas panjang, ia menatap tampilannya yang sangat bertolak belakang dengan dirinya yang dulu. Mulai dari Baju yang sedikit keluar dari celana, satu kancing atas yang terbuka, tas yang di sampirkan di bahu, dan rambut yang berantakan.

[Kira-kira begini:v]

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

[Kira-kira begini:v]

Sejujurnya Rama merasa aneh dengan tampilan barunya, terlebih saat gadis-gadis semakin heboh menjadikannya bahan gibahan. Entahlah, semuanya terpikir begitu saja ketika Nara membuatnya uring-uringan semalaman hanya karena memikirkan cara menarik perhatian gadis itu.

Rama mengedarkan pandangannya ke gerbang, mencari-cari sosok Nara di antara beberapa murid yang berlalu-lalang. Tidak butuh waktu lama, gadis mungil itu sudah tertangkap dalam pandangannya. Dia baru saja keluar dari mobil Bima.

"Mood booster." Rama sedikit menarik sudut bibirnya, menampilkan senyuman tipis.

"Aku yang kamu maksud mood booster?" Tanya Clara yang tiba-tiba muncul di hadapan Rama.

Tanpa menatap Clara sedikitpun, Rama melangkahkan kakinya ke arah Nara. Melewati ketiga gadis yang memakai baju kekurangan bahan itu.

"My Romeo mau kemana? Juliet ada di siniiii!" Teriak Clara tidak terima, pasalnya tidak sedikit pasang mata yang melayangkan tatapan mengejek kepadanya.

"Ah, cewek itu..." Clara menunjuk Nara sambil mendecih. "Dia selalu merebut apa yang gue inginkan."

"Lo gak boleh macam-macam lagi sama Nara! kita pernah punya kasus sama dia. Sekali berulah, kita bisa di keluarin di sekolah," ucap Windi--sahabat Clara memperingatkan.

"Bener Clar, kita udah kelas 12. Gue mau kita lulus bareng-bareng," timpal Jessica--sahabat Clara.

Clara menarik napas panjang sebelum berucap malas, "Oke. Gue ngaku kalah dari cewek cebol itu."

NARAMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang