bonus chapter; taehyung sakit

1.5K 239 66
                                                  

bonus chapter [1] taehyung sakit

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

bonus chapter [1] taehyung sakit

note: latar waktu awal chapter, di antara chapter 1 sama 2. 

***


Tok tok tok

"Ayo bangun sudah jam tujuh," aku mengucapkan berulang sambil terus mengetuk pintu kamar Taehyung yang belum keluar juga.

Masih tidak ada jawaban. Bahkan tidak ada suara pergerakan dari dalam ruangan. Masa sih dia se-sleepyhead itu? kalau aku ingat-ingat, selama beberapa bulan terakhir kami tinggal bersama, dia tidak pernah lepas dari jadwalnya—selalu siap tepat jam tujuh.

"Aku masuk,"

Aku membuka pintu kamar itu, dan melihat kamar yang masih gelap gulita, seluruh jendela masih tertutup oleh gorden tebal. Dan dapat ditebak, seseorang masih dalam selimut di atas kasurnya.

Dengan cepat, aku melihat ruangan dan segera membuka gorden yang menutupi jendela, seketika ruangan berbentuk persegi ini terang benderang. Dan aku dapat melihatnya dengan jelas di atas kasur.

Aku melihat Taehyung masih terpejam. Ia tertidur dengan mulut sedikit terbuka—ia terlihat terengah, dahinya berkerut saat sinar matahari mengenai matanya. Tapi ia bergeming dari tempatnya. Aku segera mendekatinya. Memeriksa suhu tubuhnya.

"—Kamu demam! Sejak kapan? Kenapa tidak membangunkanku tadi mala—"

Dia memegangi tangan kanan kananku, aku bisa merasakan panas menjalar dari tangannya. Bahkan tanpa temperatur tubuh, aku bisa tahu ia sangat panas.

"Hpku—tolong, di atas meja belajar." Dia menunjuk meja yang cukup jauh dari jangkauannya. Dengan cepat aku berjalan mengambil hpnya, dia tampak menghubungi seseorang dengan hp nya. "Tolong, bilang aku izin kelas hari ini." Ia memberikan hpnya padaku.

"Halo?" Tanya suara di sebrang. "Kenapa menelponku pagi-pagi?" Aku bisa melihat nama seseorang yang ia hubungi dari nama kontaknya, Jimin.

Aku menjelaskan siapa aku, dan bilang seseorang yang sedang terkulai di depanku tidak dapat mengikuti kelas hari ini—karena terkena demam tinggi. Taehyung masih memejamkan matanya, dengan nafasnya yang terputus, membuatku menatapnya khawatir.

Sontak, aku meraih ponselku sendiri, aku mengirim pesan pada Yugyeom, aku izin tidak masuk, aku hanya ada satu kelas pagi ini—dan sepertinya tidak akan apa, jika aku izin sekali untuk hal ini.

Aku juga berharap pak dosen tidak masuk kelas hari ini, setidaknya absensiku tidak akan miss satu. Yugyeom menelfonku, dia memang sering malas mengetik pesan, sehingga Taehyung mendengar percakapan kami, dan aku yang menyebutkan untuk titip catatan hari ini.

"Kamu izin kelas?" Tanyanya. Memegangi ujung bajuku, ia seperti anak kecil yang tidak ingin ditinggal sendiri.

"Iya," aku menjawab. "Aku akan menungguimu seharian ini." Aku tersenyum melihat ke arahnya. sambil menaruh ponsel-nya di atas nakas.

Singularity | kth.jjkTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang