5 LIGHTS & LUTIFIA'S FOOT 2

98 23 50
                                    

Dah pada nunggu lama ya :(
Tpi gpp lulut comeback nehh.

Gimana kabarnya hari ini? Tetep jaga kesehatan ya. Lulut khawatir nih soalnya pandemi gk kelar2. Yah semoga kalian sehat selalu 💛

Sekedar info, gambar di atas itu ilustrasinya Qea, sekaligus alternatif cover3 ehee

Selamat membaca!!!!!

Debu di altar batu tulis telah lenyap. Keenam pemuda itu hilang mengikuti cahaya. Semua orang yang mulanya berdiri, sekarang duduk bersila. Samer mengikuti kepala suku yang berkumpul bersama peramal Mere dan Diaz. Mereka duduk di barisan depan. Samer hanya diam memperhatikan, ia tidak merasa khawatir ataupun gelisah. Kepercayaannya kepada Lutifia melebihi apa pun.

Satu jam berlalu, terdapat kilatan lima cahaya di atas langit. Cahaya itu dengan cepat melesit dan mendarat di altar batu tulis. Setelah pembiasan, terlihat sosok lima remaja. Cahaya yang tersisa seakan meresap masuk ke dalam tubuh kelima remaja itu. Mereka tidak lain adalah Dicki, Daya, Diana, Tere dan Susi. Tidak lama Lutifia muncul.

Tidak ada cahaya atau apa pun yang mengikuti kedatangannya. Seperti dijatuhkan dari ketinggian yang sangat tinggi. Lutifia datang tepat dari atas altar kemudian dengan sangat keras menghantam altar batu tulis hingga altar itu pecah menjadi lima bagian yang berpusat pada hentakan kakinya. Dari sela-sela retakan itu keluar rune hitam yang merambat masuk memenuhi kaki Lutifia. Lutifia merasakan panas di kulit kakinya, seketika cincin di lehernya menyala dan rune itu menghilang.

"Surt  sialan." Lutifia bergumam.

Ia menatap teman-temannya. Mereka bersama-sama menuruni altar batu tulis. Sangat parah, altar itu sudah tidak bisa digunakan lagi. Lutifia dihujani banyak pertanyaan dari peramal Mere dan Diaz. Perlu waktu lama untuk menjawab semua pertanyaan itu.

Suku Ramtos sekarang sudah tidak membutuhkan penyihir lagi. Mungkin peramal Mere dan Diaz menjadi yang terakhir. Kedepannya Lutifia yang akan melindungi pulau itu, ia juga memasang kubah sihir abadi mengelilingi pulau. Bukan untuk mengurung mereka, melainkan mencegah hal buruk terjadi seperti Surt yang diam-diam memasang rune sihir hitam di altar batu tulis.

*****

*Ps: kalau bingung dgn istilah2 yg ada pada part di bawah ini, langsung menuju akhir cerita, di situ udah Lulut sediakan catatan kamus.

Muspellheim dan midgard berbeda dimensi, muspellheim adalah dunia bawah dan midgard adalah dunia pertengahan. Ada juga dunia para dewa yaitu Asgard, Vanaheim dan alfheim. Dunia bawah bukan hanya ada Muspellheim. Dunia bawah dibagi lagi menjadi lima bagian, Jotunheimr, Svartalfheim, Niddhavellir, Niflheim dan yang paling bawah adalah Muspellheim.

Secara garis besar, dimensi dibagi menjadi tiga bagian, dunia atas, dunia pertengahan dan dunia bawah. Ketiga dimensi diselubungi oleh dimensi lain yaitu Dunia rukh atau ruh yaitu dunia para roh berada. Dunia ruh netral tidak memihak siapa pun seperti Midgard.

Sebelumnya, ketiga dimensi dihubungkan oleh mata air Urd sebagai sungai dimensi. Hal ini digunakan para dewa dan makhluk dunia bawah untuk menghancurkan satu sama lain. Pertikaian antara keduanya mengakibatkan ketidakseimbangan dimensi, oleh karena itu para roh turun tangan dan memutus mata air Urd sehingga mata air itu hanya mengalir di dunia atas saja.

Sangat sulit untuk melintasi dimensi, sampai suatu saat terjadi perang dunia di Midgard. Hal ini mengakibatkan retakan dimensi hingga surt yang makhluk terbawah di dunia bawah pun bisa memasuki Midgard walau hanya sebagian dari kekuatan sihirnya. Hanya menunggu waktu sampai retakan dimensi itu menjadi sebuah portal. Makhluk bawah akan melakukan apa saja untuk mencapai dunia para dewa, meski harus menghancurkan Midgard dunia para mortal.

NYANYIAN LUMUT : 5 Lights & Lutifia's FootTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang