KENYATAAN (21)

8 2 0
                                    

1 tahun kemudian..

Sudah satu tahun hyra berada di malang,hyra sekarang sudah kelas dua belas dan menghitung hari ujian nasional akan segera dimulai,namun kondisi hyra semakin buruk, pihak sekolah pun mengizinkan hyra untuk istirahat dirumah sebelum ujian dimulai.

Satu tahun lamanya hyra meninggalkan gilang, kondisi psikis hyra kini sudah semakin buruk, ia jadi sering melamun dan tak mau makan, ia sering kali kerap menyebut nama Gilang. Namun ketika sangat nenek mengajaknya bicara dan mencoba menenangkannya hyra tak melamun kembali.

Seperti pagi ini,kini Matahari mulai muncul menyinari gadis yang sekarang masih tertidur pulas di tempat tidurnya, gadis yang semalaman terus merindukan pacarnya dan menangisinya.

Sinar matahari yang semakin terang membuat ia termenung bangun dari tidurnya, ia melamun dan terus memikirkan kekasihnya yang sekarang bagaimana dengan keadaannya.

"Hyra..."

Hyra masih melamun, tatapannya masih kosong, wajah yang biasanya terus tersenyum ceria kini tak lagi tersenyum.

"Hyra, ayo makan nak," ucap nenek sambil menggoyangkan tubuh hyra.

"Eh ya nek, kenapa?"

"Makanannya sudah siap, hyra nggak laper?"

"Eum, hyra minum aja deh nek. Hyra kenyang, hyra mau tidur aja nek."

"Masih pagi nak, hyra nggak betah ya disini?"

"Nggak kok nek, hyra malah makin betah deh disini."

"Hmm, yasudah nenek tinggal ke kebun ya? Kalo hyra lapar makanannya udah ada di meja."

"Makasih nenek ku yang paling comel."

Nenek pergi meninggalkan hyra yang masih terdiam di tempat tidurnya, lagi dan lagi air matanya jatuh, ia sangat merindukan Gilang. Ia butuh Gilang yang slalu membuatnya tenang, yang slalu bisa mengembalikan senyumnya, hyra sangat merindukan Gilang.

***

Hujan yang melanda ibu kota membuat laki-laki yang memiliki senyum manis itu masih terduduk diam sambil menikmati sebuah teh.

Setiap saat ia terus mengecek handphonenya, bingkai foto yang ia pajang di kamarnya kini ia genggam dan sesekali ia tersenyum melihat senyum manis dari seseorang yang begitu ia rindukan.

"Cepatlah kembali, aku rindu,"ucapnya beralibi sendiri.

Tok.. Tok.. Tok

"Gilang, ayo makan nak."

Tak ada jawaban dari seseorang yang namanya terpanggil, ia masih memikirkan ada apa dengan gadis kecilnya yang tiba-tiba pergi berlibur ke malang, tak pamit padanya dan tak ada kabar sama sekali selama satu tahun ini.

"Gilang rindu ya sama hyra?"

"Eh mamah kok disini sih?"

"Mamah panggil kamu tadi, tapi kamu nggak dengar, yaudah deh mamah masuk aja."

"Oh gitu."

"Makan yuk, Gilang dari kemarin loh belum makan."

"Gilang nggak lapar mah."

"Gilang jangan seperti ini, mamah udah janji loh sama hyra buat jagain gi.." Ucapan mamahnya terpotong karena mamahnya keceplosan akan mengatakan hal yang sebenarnya terjadi.

"Jagain Gilang? Emang hyra mau pergi ninggalin Gilang mah?mamah kalo tahu sesuatu jangan diam aja dong mah, jawab mah, jawab pertanyaan Gilang!"

Lena masih terdiam dengan pertanyaan anaknya, disatu sisi ia sudah berjanji tak akan mengatakan yang sebenarnya pada Gilang tentang kepergian hyra.

Aku Suka Kamu Dan HujanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang