05. Unlocked

128 32 24
                                    

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.

.

(HARI KE-6 SETELAH KECELAKAAN)

"Tidak ada bantahan! Kau menginap di rumah sakit!" terucap kalimat tegas tersebut tanpa Somi menoleh pada lawan bicaranya.

Ryujin yang berada di sisinya, di samping pengemudi, hanya dapat menggeram kesal. Kakinya yang terlipat di atas kursi, kini turun dengan sedikit sentakan. "Kau bukan ibuku!"

"Kau pikir aku ingin memiliki anak sepertimu?" kali ini Somi menoleh sesaat sebelum kembali menghadap lurus. Dia bukanlah mereka yang mengemudi mobil tanpa menaati aturan. Lagi pula, dia sedang mengendarai mobil perusahan, mobil Felix Lee salah satu artist multi-talenta.

"Aku pulang malam ini setelah melihat Renjun!" tak kalah tegas Ryujin ucapakan pernyataanya.

"Aku tidak pulang ke rumah malam ini! Mengertilah rasa khwatirku padamu. Kau tidak bisa melakukan bela diri untuk-"

"Aku bisa melakukan perlawanan, Jeon!" kalimat Somi dijedanya kasar. Ryujin hadapakan tubuhnya pada Somi, "aku bisa jika kau lupa! Aku bisa membela diriku sendiri. Aku bisa menjaga diri. Semalam aku hanya terlalu lelah dan berpikir jika orang itu akan melukaiku lalu berlari. Mungkin saja itu hanya penggemar Renjun."

Jeon Somi bungkam akan penjelasan Ryujin. Entah karena tak dapat menjawab atau enggan untuk membalas.

"Bekerjalah dengan tenang di luar negeri sana. Urusi Felix dengan baik dan benar, lalu pulang untuk mengurusiku, hm?" Ryujin sedang merayu sahabatnya itu untuk luluh.

"Kumohon," Somi tolehkan kepalanya cukup lama.

Alih-alih mendapatkan persetujuan akan pendapatnya, Somi justru menerima pukulan di kepala dari Ryujin. "Lihat ke depan, bodoh! Kau ingin bunuh diri!" setelahnya Ryujin duduk begitu tegak, merapatkan diri pada sandaran, mencengkram sabuk pengaman yang melilit tubuh.

Somi tidak menyadari perubahan tersebut, ia tak melihat jika kini tubuh Ryujin sedikit bergetar dan mulai berkeringat. "Menginaplah di rumah sakit selama aku di luar negeri. Jika kau keberatan, kau bisa tidur di kantor atau rumah Yeji!"

Ryujin diam, matanya terpejam, cengkraman pada sabuk pengaman kian mengerat.

"Tidur saja di rumah Huang Renjun! Pakaianmu sepertinya lebih banyak di sana daripada di rumah kita."

Ryujin terlihat tidak baik-baik saja saat ini. "B-berhenti sebentar," lirihnya dengan nada memohon.

Somi menyadari perbedaan tersebut segera menoleh, cepat ia nyalakan lampu tanda sebelum menepi perlahan. Somi lepas sabuk pengamannya, mencengkram pundak Ryujin pelan. "Ryu, kau baik?"

Ryujin masih begitu dalam dengan tunduknya, seluruh wajah terbenam oleh rambut.

Somi mendapat serangan panik, wanita itu mencari sesuatu di bagian belakang, hingga berpindah dengan tak pedulinya. Somi membuka lemari pendingin kecil di dalam mobil, dan meraih satu botol air mineral. Ia kembali ke balik kemudi, membuka botol tersebut, "minum dulu."

PANDORATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang