PART 01 - USRO DAN TIGA SAHABATNYA

10 0 0
                                    


Di sebuah desa yang indah, hiduplah 4 sahabat, Ucup, Usro, Atin, dan Julaeha, mereka berempat adalah sahabat yang selalu Bersama setiap saat, selama 14 tahun mereka hidup, bermain, dan bersekolah di kampung halaman mereka, Sukacai Namanya, meskipun begitu setiap hari mereka selalu menjalani hari-hari mereka dengan penuh kegembiraan.

Desa mereka terletak di daerah Tasikmalaya, Desanya tidak kecil, tidak juga terlalu besar, jalan di desa mereka sudah diaspal, sekolah bisa pakai angkutan desa, dan kampung mereka terkenal dengan wisata alam air terjunya. Pak RT Sulih adalah pak RT yang sudah menjabat kampung mereka selama 3 tahun, orangnya baik hati dan suka bercanda, setiap ada masalah pasti selalu bisa diatasi dengan pak RT Sulih.

Suatu hari Ucup dan Usro sedang bermain di sungai,

Mereka sedang mandi disana, sambil mengobrol-ngobrol.


"Cup, kamu punya saudara di kota? " tanya ucup ke Usro.

"Punya, emangnya kenapa? " jawab Ucup.

"Enggak, aku Cuma penasaran gimana anak-anak kota bermain" kata Usro.

"Katanya di kota maenya enggak sebebas di kampung, karena dikota kebanyakan jalan, lapanganya pun gak ada, kalau adapun harus nyewa" Ucup menjelaskan.

"Ooh gitu ya" kata Usro.

Usro naik ke permukaan sungai dan mengambil bajunya.

"Aku penasaan cup, pengen nyoba main ke kota" kata Usro ke Ucup.

"Lah, kenapa kok tiba-tiba? " heran Ucup.

"Habisnya, selama ini kita tinggal di kampung terus, belum pernah ke kota sama sekali" gumam Usro.

"Nanti juga pas kita kelas 9 SMP study tour,, cup..cup.. "

"Masih lama, aku maunya sekarang-sekarang"

Ucup menghampiri Usro...

"Kita mau kesana pake apaan Us? Uang juga masih minta orangtua, nikmatin aja dulu kehidupan disini" ucup Menerangkan.

Usro hanya terdiam termenung.

Sementara itu Atin,Julaeha dan Cinuy sedang bermain lompat karet di halaman kampung, kemudian mereka melihat Ucup dan Usro yang habis dari Sungai.

"Eh, Jule lihat tuh ada ucup ama usro" kata Atin ke Jule.

"Mana-mana? " Mata Julaeha mencari Usro dan Ucup.

"UCUP... USROO" teriak Julaeha.

Ucup dan Usro menoleh...

"Eh, ada Si Julaeha tuh" kata Ucup.

"Samperin yuk" ajak Usro.

Mereka berdua menghampiri Atin dan Jule.

Karena Cinuy capek, merekapun berhenti bermain lompat karetnya, dan Cinuypun izin pulang.

"Yah si Cinuy pulang" kata Usro.

"Ada apa nih? " Tanya Ucup.

"Sekolah libur berapa hari lagi? " tanya Julaeha.

"Kayaknya semingguan, ada apa emang? " kata Usro.

Atin menjawab, "Enggak,, kalian mau ikut aku sama jule gak ke mang Sobri besok? "

"Hah?? Mang Sobri? Mau ngapain emang? "Ucup bingung.

"Mang Sobri ngajak kita buat bantu persiapan bikin kerajinan buat pameran! " jawab Julaeha.

"Ooh,, kirain ada apa" kata Ucup.

Sementara itu si Usro hanya diam termennung seperti memikirkan sesuatu.

"Si Usro kenapa tuh? " tanya Atin.

"Gak tau tuh, tiba-tiba dia pengen jalan-jalan ke kota" jawab Ucup.

"Hah? KOTA ? KOTAkan sawah? hahaha" ledek Atin.

"Yehh... bukan ! Ituloh.. daerah yang banyak kendaraanya" Ucup menjelaskan.

"Emang, kamu mau apa di kota us? Palingan pelanga-pelongo gak jelas" kata Jule ke Usro.

"Kalian semua mana ngerti ! Gimana orang yang setiap harinya selalu jadi suruhan orang tua! " tiba-tiba Usro marah, kemudian dia meninggalkan Ucup, Atin, dan Julaeha.

"Kamu sih jule.... Ngeledikin orang mulu" tegur Ucup.

"Iya nih... kamu harus minta maaf ke Usro" kata Atin.

"Iih... kok jadi aku yang salah sih? Usro aja yang baperan" jawab Jule.

Memang diantara tiga sahabatnya, Usro adalah salah satu anak yang kurang mendapat perhatian dari orangtuanya, setiap hari dia selalu disuruh mengerjakan pekerjaan orangtua mereka, seperti menanam padi, mengantar beras, memanen padi, dan lain-lain.Akibatnya dia menjadi orang yang mudah terbawa egois.Usro mempunyai satu orang adik yang usianya baru 7 tahun, akan tetapi orangtuanya lebih memberikan perhatian kepada adiknya.

Usro pulang kerumah....

Dia melihat adiknya sedang menonton TV sendirian. Kemudian Usro kedapur untuk minum, namun dia tidak menemukan ayah ataupun ibunya, lalu dia kembali ke ruang TV.

Kemudian Usro bertanya kepada adiknya, "Mamah sama Papah kemana, dek? "

Namun Adiknya tidak menjawab dan malah asik menonton TV.

"Dek?? " tanya usro sekali lagi.

Adiknya pun masih asik menonton TV.

Karena kesal, Usro-pun membantingkan gelas yang dipegangnya ke lantai hingga pecah.

TRAAAANG

"KALAU KAKAK NANYA ITU JAWAB WOY! " bentak Usro.

Adiknya yang tadi lagi nonton TV sekarang menatap wajah Usro dengan mata yang akan menangis, kemudian adiknya menangis dengan keras.

"Haaaaa.... Mamahhhh..... " Usro menangis.

"Dasar cengeng" Usro menuju kamarnya.

Usro menutup pintu kamarnya, matanya tertuju pada celengan ayam kepunyaan dia, celenganya terbuat dari plastik, dan untuk membukanya dia membutuhkan pisau.

"Kayaknya aku akan pakai uang ini" ucap Usro.

Kemudian dia mengambil pisau dari lemarinya dan membuka celengan itu.

Didalam celngan itu terdapat uang sejumlah Rp. 230.000, uang itu dia kumpulkan selama satu tahun dari sisa uang jajanya.

"Tadinya uang ini buat beli hp, tapi gapapalah, udah gasabar pengen jalan-jalan ke kota, semoga uang segini cukup" gumam Usro, diapun memasukkan uang itu kedalam dompet.

Tiba-tiba ibu dan ayahnya datang sambil membuk pintu kamarnya dengan keras.

"USROO... KAMU APAIN ADIK KAMU? " marah ibu Usro.

Usro hanya terdiam,

"JAWAB USRO ! " ayahnya-pun ikut marah.

Belum sempat Usro menjelaskan, ibunya sudah nyerocos duluan.

"KARENA KAMU UDAH BIKIN ADIKMU NANGIS, KAMU ENGGAK AKAN DIKASIH MAKAN, MALAM NANTI ! " ucap ibunya dengan mata melotot dan marah.

"Lagipula bukanya harusnya kamu mau bantu pamanmu di sawah ? " tanya ayahnya.

Usro hanya tertunduk, mendengar hal itu Usro menjadi emosional, dia berencana untuk kabur dari rumahnya, tanpa berkata apa-apa, dia mengambil tas dikasurnya dan pergi keluar rumah.

"USROO... MAU KEMANA LU...." teriak Ayahnya,

Usro tidak menjawab.

Saat ayahnya akan mengejar, tanganya ditahan oleh istrinya.

"Biarin aja pah, nanti juga dia pulang kalo lapermah" ucap ibunya.


ANAK DESA NYABA KOTATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang