JYT - 00

22 5 3
                                                  

Jangan lupa vote dan comment 🎉

Seorang gadis berusia 5 tahun tertawa mendengarkan cerita konyol dari sang Ayah, hingga seorang wanita berumur 30-an memasuki ruangan mengalihkan pandangan seorang pria dari menatap putrinya beralih menatap wanita itu.

Seakan mengerti tatapannya, pria itu menatap gadis kecil dihadapannya dengan teduh. Pria itu mengambil sesuatu di saku celananya. Sebuah kotak kecil berwarna merah pudar, kemudian ia membuka kotak itu.

Sebuah kalung dengan liontin bulan bintang, terlihat bersinar terang dimalam hari. Gadis itu menatap kalung dengan mata berbinar-binar, beralih menatap ayahnya.

"Ayah, kalung ini punya siapa?" tanya gadis itu penasaran.

Pria itu menatap putrinya dengan senyum yang tercetak di bibirnya, kemudian beralih menatap wanita yang sudah berdiri di belakang putrinya.

"Punya putri ayah, Iva mau kan jaga kalung ini demi kami. Iva jaga baik-baik ya kalung pemberian dari kakek, Iva janji sama ayah?" ucapnya dengan senyum teduh yang menyembunyikan banyak makna dibalik senyumnya.

"Iva janji bakalan jaga kalung pemberian kakek, emangnya ayah mau kemana? Ibu?" Gadis itu menatap seorang wanita yang sudah berjongkok dihadapannya.

"Kami tidak akan pergi kemana-mana, apapun yang terjadi kami akan selalu ada disamping Iva. Iva jangan pernah putus asa ya, karena kami akan selalu menemani Iva, disini." Wanita itu memegang dada gadis itu dengan senyuman di bibirnya.

"Kalian akan selalu ada di hati Iva, Iva sayang Ayah Ibu. Jangan tinggalin Iva." Memeluk Ibunya dengan erat, hingga sebuah pelukan dari belakang membuat pelukan itu semakin mengerat.

Mereka saling memeluk, melepaskan semua yang mengganjal dihatinya. membuatnya meneteskan air mata. Dengkuran halus terdengar membuat mereka mengalihkan pandangan memandang putri kecilnya yang tertidur. Wanita itu tersenyum, lalu ia mencium kening putrinya lembut.

"Semoga mimpi kamu indah sayang." Air mata yang tadinya ia tahan sekarang menetes, pria itu merengkuh tubuh istrinya dan mengecup pucuk kepalanya.

"Putri kecil kita pasti kuat sayang, dia pasti bisa melewati semuanya. Kamu harus percaya dengan putri kita, dia pasti bisa memecahkan masalahnya."

"Aku percaya. Aku percaya dia bisa melakukannya."

Mereka membawa Iva kedalam kamar dan menidurkannya di ranjang. Memeluk tubuh gadis mungilnya erat, hingga matanya mengantuk.

Sinar matahari membangunkannya dari tidur nyenyak nya, menatap kamarnya yang sepi. Ia merasakan kehilangan, sampai ia bangun dan turun mencari keberadaan orang tuanya.

"Ayah, Ibu kalian dimana?" teriaknya ketika dia tidak menemukan keberadaan orang tuanya.

"Ayah."

"Ibu."

"Hiks… Ayah kamu dimana, Ayah sudah janji sama Iva. Ibu juga. Dimana kalian." Tangisnya di depan rumahnya, saat dia tidak menemukan orang tuanya di setiap ruangan yang ada dirumahnya.

Meong …

Seekor kucing berbulu putih dengan mata berwarna biru menatap gadis kecil yang terduduk di halaman rumah, kucing itu mendusel-dusel ditubuh gadis kecil yang sedang menangis.

"Katzee, Ibu sama Ayah tidak ada dirumah. Iva harus apa?" tanya gadis bermata hazel kepada kucing yang sudah ada di pangkuannya.

Meong …

Seakan tau apa yang dikatakan kucingnya ia berkata, "Mulai sekarang Iva akan hidup bersama Katzee, selamanya."

Mulai hari ini, Iva dan Katzee akan selalu bersama menghadapi apapun itu rintangannya.

Jiwa Yang Tertukar Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang