tiga

199 60 20
                                                  

donghyuck mengerjapkan matanya, berusaha membiasakan cahaya lampu yang masuk ke manik kecoklatan miliknya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

donghyuck mengerjapkan matanya, berusaha membiasakan cahaya lampu yang masuk ke manik kecoklatan miliknya. kepalanya masih terasa pusing, ia ingin memijat sedikit kepalanya sebelum sebuah suara menghentikan niatnya.

“kau sudah bangun?” suara lembut itu menyapa indra pendengarannya, membuat donghyuck menoleh dan mendapati lelaki manis yang duduk di sofa minimalis dengan senyum ceria tertera di wajahnya.

donghyuck mengernyitkan dahinya bingung, “kau siapa? apakah kau pemilik rumah kosong ini?”

“bukan, aku hanya teman pemilik rumah ini,” lelaki itu menggeleng, lalu ia kembali berbicara dengan nada riang, “aku jaemin. senang bertemu denganmu, donghyuck!”

“kau tahu namaku darimana?” donghyuck semakin bingung, ia saja tidak pernah bertemu dengan lelaki di hadapannya ini.

jaemin hanya membalas pertanyaan donghyuck dengan tersenyum tipis, sarat akan sesuatu yang donghyuck tak tahu apa itu.

donghyuck hanya mengangguk acuh, lalu mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan yang kini ia tempati, ia kembali menoleh pada jaemin yang masih menatapnya, “omong-omong, aku dimana?”

“kamar tamu,” jawab jaemin cepat, lalu ia berdiri dari duduknya di sofa, “aku kebawah dulu. kalau kau ingin sesuatu, cari saja aku di dapur.”

lalu jaemin pergi meninggalkan donghyuck yang termenung di kasur.

pandangan donghyuck kembali menjelajah ke kamar yang ia tempati. kamar ini terasa sangat nyaman sekali, dekorasi kuno namun terlihat elegan membuat ia betah berdiam diri di kamar ini, tidak seperti kamar yang ia pijak terakhir kali sebelum benar-benar pingsan.

satu fakta yang ia dapat bahwa nyatanya rumah ini masih ditempati. pantas saja lukisan yang berada di ruang tamu tidak ada debu sama sekali.

donghyuck jadi penasaran, siapa sebenarnya pemilik asli rumah ini? dan... siapa pemilik onyx emas yang ia jumpai semalam?

donghyuck turun menuju dapur, perutnya sudah sangat meraung minta diisi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

donghyuck turun menuju dapur, perutnya sudah sangat meraung minta diisi. padahal ia masih sangat nyaman berbaring di kamar tamu.

tetapi saat sampai di dapur, donghyuck sama sekali tak menemukan jaemin. uh, perutnya sudah sangat lapar sekarang.

“sudah baikan, eh?” sebuah suara mengintrupsi donghyuck dari lamunannya untuk balik ke alam sadarnya.

donghyuck berbalik dengan menunduk, enggan menatap siapa yang tengah mengobrol dengannya saat ini. kakinya tiba-tiba menjadi lemas hanya dengan mendengar suara rendah itu.

“angkat kepalamu ketika berbicara denganku, donghyuck,” suara rendah akan sarat perintah itu mampu membuat donghyuck merinding. lantas ia mendongak dan tatapannya terkunci pada wajah sosok di depannya yang berdiri angkuh.

wajah dingin seperti tak tersentuh dengan rahang tegas dan tatapan tajam yang seolah bisa membunuh donghyuck secara perlahan, serta bibir tipis yang menggoda donghyuck untuk mengecapnya lembut secara terus-menerus. mengapa ia sekarang jadi berpikiran kotor seperti ini?! rasa laparnya bahkan sudah mendadak menghilang digantikan dengan rasa keterpanaannya.

lalu manik kecoklatannya jatuh pada manik emas yang menguncinya pada tatapan dalam yang menghanyutkan. seolah ada magnet tak kasat mata yang membuat donghyuck tak bisa berpaling dari sepasang manik indahnya.

sosok itu bahkan kini sudah tepat di hadapan donghyuck. jarak keduanya hanya terpaut beberapa senti, membuat donghyuck semakin hanyut pada tatapannya.

jantung donghyuck menjadi menggila saat lelaki itu semakin memajukan wajahnya. hidung mereka menjadi menempel, dan donghyuck dapat mencium dengan jelas aroma citrus, rokok, dan vanilla yang terkesan dingin namun menenangkan yang merayu donghyuck hingga tanpa sadar ikut memajukan tubuhnya hingga kini tubuh mereka menempel tanpa jarak.

dapat donghyuck rasakan jika tangan kekar sosok didepannya sudah berada apik di pinggulnya, sedangkan tangan satunya mulai menjalar naik hingga sampai ke tengkuk. mengelusnya dengan sensual, dan donghyuck menikmatinya seraya memejamkan matanya perlahan.

“donghyuck?” suara jaemin yang datang dari arah kanan mengintrupsi keduanya, membuat donghyuck refleks mendorong sosok yang tadi sempat ia peluk. sungguh ia malu, wajahnya sudah sangat memerah sekali.

“ah iya, apa kau lapar?” donghyuck beralih melihat jaemin yang kini sudah sibuk dengan peralatan dapur, sedangkan lelaki si pemilik manik emas sudah beranjak pergi dari sana.

“ya tentu saja. terbangun dengan perut kosong itu sangat menyebalkan,” gerutu donghyuck.

jaemin terkekeh pelan, “kau benar sekali.”

“omong-omong, lelaki tadi siapa?” tanya donghyuck tiba-tiba, ia sudah sangat penasaran dengan lelaki tadi sekaligus pemilik manik emas itu. auranya yang terlalu mendominasi membuat donghyuck ilang akal.

“lee minghyung, kau bisa memanggilnya minhyung. dia pemilik rumah ini.”

hai ada yang kangen book ini? maaf ya, kemaren sempet ngilang mwehehe

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

hai ada yang kangen book ini? maaf ya, kemaren sempet ngilang mwehehe

ghost hunterTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang