Prepossess - 12

48.1K 8.3K 2K
                                                  

Seperti waktu yang menjelmakanmu di mataku
Seperti tidak ada yang pantas ditunggu
Seperti menjatuhkanku di sini adalah pesan itu
Bahwa sejak pertama, aku sudah merindukanmu

🔥

Entah ada apa dengan hari itu tapi seperti ada sebuah tombol yang ditekan hingga waktu terasa sangat cepat berjalan.  Tiba-tiba saja hari sudah sore. Kafe sudah tutup. Dan Bella tidak lagi memiliki cara untuk lolos dari ajakan Romeo.

Bella sengaja diam, tidak ingin bertanya 'apa yang terjadi tadi malam dengan Petty', 'mengapa laki-laki itu belum mengambil jaketnya', atau 'apa sebenarnya hubunganmu dengan Petty', agar Romeo tidak perlu tahu seberapa gugupnya ia sekarang.

Dan itu dipermudah karena memang laki-laki itu mengunci mulutnya selama perjalanan, sampai mobil berhenti di sebuah bangunan bernuansa putih yang hari itu menjingga diterpa langit sore.

Romeo membukakan pintunya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Romeo membukakan pintunya. Menunggunya turun dan masih tanpa suara. Bella mendongak memperhatikan pohon teduh yang menjulang tinggi di bagian halaman depan, begitu pula dengan rumah itu.

"Ini rumah siapa?" Akhirnya, Bella tidak tahan untuk bertanya.

"Kita hanya singgah."

Berbekal jawaban itu Bella mengikuti langkah Romeo masuk. Baru saja mereka melewati pintu, Bella sudah enggan mempercayai apa yang dilihatnya.

Sebuah suara menyambut gembira. "Kaukah itu, Romeo?"

"Ya."

Wanita tua dengan rambut memutih menghampiri. Lalu mendongak dengan kacamata yang bertengger di pangkal hidung. "Kemana saja kau? Aku sudah lama menunggumu. Cepatlah, aku sudah tidak sabar."

Kemudian wanita tua lainnya berdatangan, yang satu dengan tongkat, yang satu dengan kursi roda. Jika biasanya pemandangan Romeo terlihat sering digoda oleh wanita cantik saat di kafe, sekarang axlaki-laki itu dikelilingi oleh para nenek-nenek.

"Siapa wanita itu?" Seseorang bertanya, mungkin karena menyadari kehadiran Bella di sana. Belum lagi Romeo menjawab, wanita paruh baya yang rambutnya hitam lebih dulu muncul sambil tersenyum hangat.

"Terima kasih sudah menyempatkan dirimu untuk mampir, Romeo. Kau tahu keadaan di sini bisa sangat menyibukkan dan aku tidak tahu siapa lagi yang bisa memanjakan wanita-wanita cantik di sini."

"Tidak masalah."

"Ah, kau membawa teman?" Wanita itu lekas menghampiri Bella. "Aku Vivi. Pengurus panti jompo ini."

PrepossessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang