Bagian VI

16 5 0
                                              

***Selamat Membaca***

Di malam hari Kayla berkumpul bersama kedua orang tuanya. Tanpa di sadari ia memikirkan kejadian di taman tersebut.

"Kay" ucap bapaknya yang sedari tadi memanggil.

"Kenapa pak?" tanya kayla

"Dari tadi bapa manggil kamu lho, ada masalah di sekolah?" ujarnya.

"Ga ada apa-apa kok pak, di sekolah Kayla baik-baik aja" disertai senyum manisnya.

***

Di lain tempat Angkasa merasa bersalah kepada adeknya. Akhirnya Angkasa memutuskan untuk ke kamar Shilla.

"Shil?" sembari ketuk-ketuk pintu kamar Shilla.

"Shil, ini kakak. Kakak masuk yah"

Setelah memasuki kamar adeknya, Angkasa melihat adeknya tertidur membelakangin Angkasa.

Angkasa pun menuju tempat tidur adeknya, ia melihat mata adeknya sembab dan bengkak karena nangis.

"Maafin kakak" Angkasa menyesel apa yang dia lakukan terhadap adeknya.

"Kamu tau kamu perempuan yang kakak sayangin setelah mamah, kakak ga mau kamu kenapa-kenapa. Kakak sayang sama banget sama kamu, andai kamu ngerti sikap kakak selama ini. Kakak ga mau kehilangan orang yang kakak sayang untuk kedua kalinya. Kakak harap kamu bisa maafin kakak" sambil mengecup kepala adeknya tersebut.

***

Di kelas Angkasa berkumpul sama sahabatnya.

"Gw perhatiin lo semakin lama semakin dekat sama Kayla. Ada hubungan apa sama dia?" tanyanya dengan serius

"Emang kenapa kalo gw ada hubungan sama dia?" bukannya menjawab malah bertanya.

"Kalo lo serius, lo harus buru-buru klaim Kayla jadi milik lo. Jangan sampe di ambil orang" nasehatnya Madava tersebut

Bukannya membalas ucapannya malah Angkasa menimang nimang perkataannya Madava.

***

Di perjalanan menuju toilet, tanpa di sadari ada yang mengikuti dirinya.

"Huft, akhirnya lega juga gw" sambil menghela nafasnya.

"Aaaaa" teriak Kayla karena kaget di saat keluar dari toilet perempuan

"Lo ngapain disini" sinis Kayla

"Gw mau ngomong sesuatu sama lo" ucap Angkasa

"Lo mau ngomong apaan gw ga banyak waktu"

"Tapi ga di sini ikut gw" sambil memegang tangan Kayla

Sesampainya di taman sekolah. Angkasa pun berucap

"Gw mau ngomong, kalo lo suka sama gw lo harus wajib terima gw sebagai pacar lo" ujar Angkasa ngomong kepada Kayla. Kayla pun bingung sama jawabannya. Masalahnya ini sangat mendadak buat di cerna di otaknya.

"Wait...wait barusan lo ngomong apa. Gw ga salah dengar"

"Gw ga nerima pengulangan. Mau ga mau lo harus terima gw. Karna sekarang lo diam berarti lo udh nerima gw sebagai pacar lo" ujar Angkasa

"Maksudnya apa-apaan sih lo. Lo bikin pernyataan apa pertanyaan. Pernyataan lo tuh ga masuk akal, dan kalo pun pertanyan lebih lebih ga masuk akal" setelah baru ngeh kayla berucap demikian

"Whatever gw ga nerima penolakan-penolakan" akhirnya Angkasa kembali kekelasnya meninggalkan Kayla.




























Hellowww aku update gimana sama part ini. Aku tuh ga mood aku tergantung mood kalo update.

Maafkan karena pasti bingung sama parta ini gpp sih aku ga maksa juga buat di baca.

Okeyyyy jangan lupa di vote coment and share

A/n
Intan rachma yanti

Camomile (On Going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang