part 10

11 6 1
                                                  

Vivi sedang fokus ditempat duduknya untuk memperhatikan Bu hani saat sedang memberikan materi. Namun Vivi merasa ada yang aneh disampingnya. Leo menyenderkan kepalanya dimeja menghadap Vivi, Vivi bisa melihat wajah polos Leo saat tertidur.

"Ni anak kalau lagi tidur ganteng juga," ucap Vivi spontan.

"Gue emang ganteng dari dulu,"

Vivi sontak terpaku mendengar jawaban tak terduga dari mulut Leo. Vivi merasa sangat malu sekarang, ia hanya bisa mengalihkan pandangan kembali menatap bu Hani didepan.

Tidak ada suara lagi, sepertinya Leo masih tertidur, jadi siapa tadi yang jawab?

Vivi melupakan nama Leo di otaknya, menggantinya dengan nama Ari. Vivi ingat bahwa nanti dirinya akan bertemu Ari, bahkan mereka akan pulang bareng. Vivi jadi tidak sabar menunggu pulang sekolah.

Saat istirahat tiba, Vivi tidak niat untuk keluar kelas. Alasannya cuma ia sudah muak dengan semua siswa disekolahnya yang sedang memuja-muja kehebatan salah satu siswi yang berhasil memenangkan kontes balet internasional. Bukan Vivi iri dengan kehebatan Lili, tapi mengingat pertemuan Vivi dengan Lili yang membuat Vivi seketika merasa tidak suka dengannya.

Terlebih, Lili itu salah satu anggota geng Jihan yang dari dulu menjadi rivalnya. Vivi tau mereka itu anak-anak paling menyebalkan disekolah terutama Jihan. Vivi bingung kenapa Lili bisa jadi teman Jihan kalau mereka sama-sama menyukai Ari. Bahkan Jihan akan memusuhi siapapun yang berani menyukai Ari.

"Nggak keluar lo?"

Vivi terlonjak kaget mendengar seseorang tiba-tiba bertanya padanya. Yah! Leo memang masih berada disampingnya sedari tadi.

"Lo sendiri ngapain nggak keluar? Gue lagi males," jawab Vivi.

"Kok cemberut gitu sih, kenapa?" tanya Leo, penasaran melihat wajah Vivi yang terlihat lesu.

"Nggak, gue nggak papa, lo sendiri kenapa nggak keluar?" jawab Vivi balik bertanya.

"Ini gue mau keluar, nggak baik dua-duaan didalam, bukan mukhrim," ucap Leo sambil berdiri dari bangkunya.

"Sok suci lo, udah sana keluar!"usir Vivi muak juga dengan Leo.

Akhirnya Leo langsung keluar membuat Vivi bisa beranafas lega. Memang terkadang Vivi kesal dengan ulah Leo yang suka bikin onar, namun saat Vivi melihat mata Leo, disana ada sisi Leo yang beda. Entah lah apa yang Vivi lihat dimata Leo?

Vivi mengalihkan pikirannya dengan membaca novel yang kemarin ia pinjam diperpustakaan. Saat sedang menikmati cerita dalam novel tiba-tiba ada seseorang yang menutup bukunya dengan paksa.

"Siap—"

Vivi terkejut melihat Leo berdiri disampingnya.

"Dia nggak masuk, makannya gue balik," ucap Leo menatap Vivi.

"Gue nggak nanya!" sentak Vivi kesal dengan kehadiran Leo yang sudah merusak moodnya dari tadi. Walaupun dalam hati Vivi penasaran siapa yang Leo maksud.

"Padahal gue mau nagih utang," ucap Leo lagi sambil duduk dibangkunya.

"Dari kapan lo jadi rentenir?" tanya Vivi menanggapi ucapan Leo.

"Entah lah, sial tadi gue malah ketemu sama patung anoman," jawab Leo semakin membuat Vivi tidak mengerti dengan apa yang Leo bicarakan.

"Lo ngomong apa sih gue nggak ngerti?" tanya Vivi penasaran.

"Cinta pujaan lo tuh bisu apa ya? ditanya nggak jawab malah natap gue, nantangin gue apa?" balas Leo marah-marah.

Kini Vivi tau siapa yang dimaksud Leo, itu pasti Ari. Kenapa Leo bisa bertemu Ari?

Angel FellaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang