Sejauh mana kalian mengenal sahabat?
***
Pagi ini Farah disambut oleh seorang perawat yang sedang memberinya semangkuk bubur. Sudah 2 tahun ini ia mengeluh sakit pada bagian dadanya. Entah penyakit apa, yang jelas ia jadi sering keluar masuk Rumah Sakit.
"Kamu belum boleh makan yang berat-berat dulu, makanlah lalu minum obat" setelah meletakkan buburnya, perawat itu bergegas keluar ruangan.
Farah melahap buburnya "Perawat itu selalu saja berkata seperti itu"
Tak lama pintu ruang terbuka
"Hai! Pagi, sahabat aku. Wih sarapan apa nih?"
Felly, gadis yang satu tahun ini menjadi sahabatnya. Dia yang menemani Farah kemanapun.
Farah menaruh mangkuk buburnya di nakas "Fell, udah aku bilang kalo mau kesini mending nanti aja pulang sekolah. Ini pagi-pagi bukannya langsung berangkat malah keluyuran"
Felly duduk di tepi ranjang "Dih! Ditengokin sahabatnya bukannya seneng malah diusir"
"Siapa yang ngusir" Farah meminum obatnya "Aku nyuruh kamu sekolah"
Felly menghela nafas
"Aku percaya kamu pasti sembuh" ia menepuk pundak Farah "Semangat!"
Farah tersenyum
"Udah gih sana berangkat"
Felly mengangguk dan beranjak dari ranjang
"Oh iya! Pulang sekolah aku gak bisa kesini lagi, soalnya besok ada praktikum, harus siapin bahan. Gapapa 'kan? Lagian..." Felly menaik turunkan alisnya "Kak Farel pasti kesini nemuin kamu, hihi"
Farah terkekeh
Memang sudah 3 bulan ia menjalin hubungan dengan salah satu mahasiswa yang bernama Farel.
"Iya"
***
Lima hari sudah Farah di rawat, dan pagi ini ia sudah diperbolehkan pulang. Di mobil Farah sudah bersama Farel dan Felly yang akan mengantarnya pulang.
"Rel, kamu gak kuliah?" Tanya Farah yang berada di samping Farel
Farel tersenyum "Hari ini aku gak ada kelas, aku mau nemenin kamu full seharian" ia mengacak rambut Farah
"Enak ya punya pacar, kalo sakit ada yang nemenin" Felly menggerutu
Farah terkekeh "Makanya kamu cari pacar gih, biar ada yang nemenin juga. Nanti kita doubledate"
Felly mencibir "Dih! Bukannya cariin"
Farah tertawa
***
3 bulan kemudian
Hari ini Farah kembali drop, namun ini jauh lebih parah dari sebelumnya. Nyeri di dadanya tak kunjung reda, hingga ia harus dilarikan kerumah sakit.
"Pagi, Farah. Jangan protes! Hari ini sekolah libur, jadi gapapa aku nengokinnya pagi-pagi"
Farah terlonjak "Fell, kalo masuk ketuk dulu kek, kaget tau!"
"Hehe, maaf" Felly menggaruk tengkuknya "Gimana? Udah mendingan?"
Farah terduduk "Gak tau" ia menghela nafas "Aku jadi lebih sering sakit dada"
"Kak Farel sering kesini nengok kamu?" Tanya Felly
Farah menggeleng "Akhir-akhir ini dia sibuk"
YOU ARE READING
My Lovely Friend
Short Story"No! Jangan panggil aku dengan sebutan itu lagi" -Felly "Kamu bukan sahabat aku" -Farah
