•,• Perkelahian

14 4 15
                                                  

•,•

Hari pertama di tahun ajaran baru membuat sebuah SMA dengan nama Bright Internasional School menjadi lebih ramai. Karena apa? Karena sekarang di sudut lain di sekolah itu bisa diibaratkan sumpulan semut yang sedang mengerubungi sebuah gula.

BUG

DUAG

Di lapangan basket yang luas, ada dua orang siswa yang sedang beradu kekuatan. Suara hantaman, pukulan, dan jeritan menjadi satu. Mereka berdua tidak peduli dengan orang-orang yang sedang mengerubungi mereka, seolah mereka sedang membagikan sembako untuk mereka.

"Gak usah sok jagoan anjing! Mulut dijaga!"

BUG

Satu hantaman telak sukses membuat wajah seorang siswa dengan mata hijau itu membiru. Sedangkan siswa pemilik mata coklat hazel yang memukul nya terlihat berkilat marah.

"Gue ngomong fakta, bangsat!!"pekik si mata hijau.

BUG

Sekarang keadaan berbalik. Si pemilik mata hijau itu memukul pemilik mata coklat hazel dengan sekuat tenaga. Membuat sang lawan oleng.

"ZICO!"teriak seorang siswa lain.
Tapi suara itu di abaikan, mereka tetap saling memukul satu sama lain.

BUG

BUG

Itu bukan pukulan dari pemilik mata hijau, bukan juga pukulan dari pemilik mata coklat hazel. Tapi itu pukulan telak dari seorang siswa bermata hitam pekat --- Zervan.

"Lo ngapain sih?!"tanya nya kepada sang pemilik mata coklat hazel --- Zico.

Zico terkekeh.
"Main pukul-pukulan,"jawabnya asal. Tangannya menyeka darah yang menetes dari sudut bibirnya.

Zervan mendengus.
"Lo juga ngapain ikut pukul-pukulan?"tanya Zervan sambil mendengus kesal.

"Gabut,"singkat si pemilik mata hijau --- Brandon.
Zico mendengus. Dirinya sedang menetralkan emosi yang tadi memuncak.

Zervan menghela nafas. Tidak tau lagi dengan sifat kedua orang yang ada di samping kanan dan kirinya ini. Tak ada yang mereka lakukan kecuali berkelahi berdua.

"Zico! Zervan! Brandon! Ikut keruangan saya!"

Sontak pekikan itu membuat semua orang yang ada di sana menoleh ke sumber suara.
Disana ada pak Budi, guru konseling di Bright Internasional School ini. Nama boleh saja tidak kekinian, tapi jangan salahkan gaya nya yang bahkan bisa melebihi anak kekinian.

Ya ketika di luar sekolah. Di salam sekolah dia guru dengan pakaian rapi, rambut yang di beri Pomade, dan kaca mata yang bertengger manis di wajahnya.

"Alamat di hukum bunda lagi,"batin Zico kesal.

Sekarang nyesel dia pake emosi dan berakhir berkelahi bersama Brandon lagi.

"Dan kalian semua,"ucap pak Budi sambil menunjuk kerumunan itu.

"Cepat balik ke kelas masing-masing sebelum saya juga menghukum kalian semua!"lanjutnya. Suara pak Budi yang tegas membuat mereka semua perlahan mudur dan membubarkan diri.

•,•

Pak Budi menatap ketiga orang siswa di depannya. Tangannya menulis sesuatu di buku jurnal miliknya. Tangan yang terkadang terangkat ke wajahnya membenarkan kacamatanya.

"Zico Emanuel Brata,"

"Zervan Pratama Alinskie,"

"Brandon Axelio,"

SOULMATETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang