Pengangkatan Selir Sukwon

29.7K 3.3K 87
                                        

Bulu matanya mulai berkibar. Bibirnya mulai berkedut.  Saat matanya mulai membuka, keningnya berkernyit saat memperhatikan detail kamar. Helaan napas panjang terdengar di sana. Sung Hwa menggerak-gerakkan kakinya yang terasa nyeri.

“Oh, aku masih terjebak di zaman Joseon.”

Pintu kamar tiba-tiba digeser dari luar. Dari balik pintu Dayang Jo terlihat khawatir namun saat matanya melihat Ratunya tersadar, senyum mulai tersenyum. Tanpa sadar dayang Jo memegang tangan Sung Hwa.

“Jungjeon Mama, sudah sadar. Maafkan saya Mama. Saya tidak bisa menjaga Jungjeon Mama. Ini salah saya, mohon hukum saya.”

“Apa yang kamu katakan? Ini bukan salahmu.”

“Mama.”

“Sudahlah jangan menangis! Aku baik-baik saja. Lebih baik bantu aku untuk bersiap-siap memberi hormat kepada Ibu Suri.”

“Baiklah Mama.”

“Dayang Jo.”

“Iya Mama.”

Sung Hwa berhenti sejenak. Ia berpikir untuk menanyakan siapa yang menyelamatkannya, apakah benar Jeonha? Tetapi mulutnya tak kunjung membuka. Ia bahkan sampai memutar otak untuk merangkai kata-kata yang terdengar pas namun egonya terlalu tinggi.

“Tidak jadi. Kamu siapkan yang aku perintahkan.”

Suhu yang panas langsung menyambut Sung Hwa saat keluar dari istananya. Matahari hari ini sungguh terasa terik, sampai rasanya terasa pening. Sebenarnya Sung Hwa sedikit malas untuk beranjak dari istananya, apalagi kakinya terasa sakit saat digerakkan. Gadis itu lebih memilih berdiam diri di Istananya sambil menikmati teh dengan tambahan es yang dingin. Sung Hwa kembali berdecap dalam hati saat matahari kembali menyilaukan pandangannya.

“Dayang Jo, payung. Aku butuh payung.”

“Baik Mama.”

“Dan kipas, aku butuh kipas.” Tangan Sung Hwa berkali-kali mengibas-ngibaskan tangannya.

Sung Hwa melanjutkan perjalanan
nya saat sinar matahari tak mampu menjangkaunya karena payung yang di pegang dayang Jo. Ia juga tak lagi mengeluh keringatan karena angin sepoi-sepoi yang ia datangkan dari kipas yang ia pegang.

Sung Hwa mengalihkan pandangannya pada rombongan dayang yang terlihat sibuk di salah satu Istana yang terlihat baru dibangun. Visusnya menangkap sosok yang ingin ia hindari. Siapa lagi kalau bukan Ok Jung.

“Dayang Jo, ada apa di sana? Kenapa ramai sekali.”

“Menjawab Jungjeon Mama. Di sana diadakan pengangkatan selir Jang menjadi tingkat empat Sukwon.”

“Kenapa aku tidak tahu? Atas perintah siapa?”

“Atas perintah Jeonha.”

“Bangunan itu apakah baru dibangun.”

“Iya Jungjeon Mama. Paviliun itu dibangun atas dana pribadi Jeonha.”

“Wah sangat baik sekali suamiku, membangun rumah untuk simpanan. Apakah dia tidak takut dosa?”

Sung Hwa benar-benar mengutuk Lee. Dulu ia hanya ingin menjalani hidup sesuai naskah dalam novel dan sedikit menyesuaikannya untukmenghindari beberapa masalah. Namun dengan tidak sengaja, ia terseret dalam peraturan istana yang bahkan tidak ada di dalam naskah novel.

Terbebani oleh tanggung jawab sebagai Ratu, mengatur istana dalam dan ikut terseret dalam masalah politik. Sungguh merepotkan. Ia merepotkan diri dengan Istana demi Raja yang tidak mempunyai perasaan. Konyol.

LANDING ON YOU (Promo Spesial  30 September- 3 Oktober 2021)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang