9. penyelesaian?

1.1K 154 91
                                                  

HAH, NIKAH?

Present

.
.
.

Happy Reading

Lingga mengabaikan panggilan yang terus menerus masuk ke nomornya, entah sudah keberapa kali

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Lingga mengabaikan panggilan yang terus menerus masuk ke nomornya, entah sudah keberapa kali. Dia nggak peduli. Begitu pun dengan banyaknya chat yang memenuhi notifikasinya.

Mungkin, dirinya terlihat kekanakan. Namun perlu di ketahui bahwa dia hanya kecewa.

Bagaimana bisa, orang yang sudah dia percaya itu dengan seenaknya malah berbohong?

Padahal dia hanya minta hal yang sederhana, supaya sahabatnya tersebut terbuka dan bisa menceritakan apapun kepadanya. Seperti apa yang selama ini dirinya lakukan.

Dan Lingga sudah tidak tau, berapa banyak hal lagi yang di sembunyikan oleh Hasta?

Dia tersenyum miris.

Seingatnya, Hasta bilang kepadanya akan segera menyusul ke kelas. Namun sampai mata kuliah berakhir pun sosok tinggi 185 sentimeter tersebut tidak menampakan batang hidungnya.

"Setau gue selama ini cewek yang deket sama hasta ya cuma sella sama gea doang."

Sekilas ucapan Mike kembali terniang dikepalanya.

Bahkan untuk dua nama sosok cewek yang disebutkan oleh salah satu yang merupakan teman dekat Hasta itu pun terasa asing. Sahabatnya itu tidak pernah membahasnya barang sedikit.

Mendadak rasa sakit menjalar, dan dadanya menjadi sesak.

Lingga pernah merasakan patah hati, mau pun sakit hati. Akan tetapi kali ini rasanya jauh berkali lipat.

"Brengsek." umpatnya pelan.

Kemudian dia menenggelamkan kepalanya dibawah bantal, dan tanpa sadar dia menangis dalam diam.

.
.
.

"Ga… Lingga…"

Suara familiar terdengar samar bersamaan dengan bunyi ketukan pintu yang begitu tak beratur.

"Lingga…" 

Dan Lingga hanya menatap ke arah pintu kamarnya yang berwarna gelap tersebut, lalu berusaha menulikan pendengarannya.

Karena sudah tau siapa pemilik suara dibalik pintu kamarnya itu...

"Lo marah sama gue?"

MENURUT LO AJA, SETAN? 

Rasanya, dia ingin meneriakan kalimat tersebut secara gamblang kepada sosok yang sedang berada di luar kamarnya. Namun, sepertinya tertahan dan dia hanya bisa mendumal dalam hati saja.

HAH, NIKAH? [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang