Prolog

131 8 0
                                        

Setelah terbangun dari mimpi yang menurutnya buruk itu, ketakutan yang belum nyata membuat air mata Reyna deras. Tepat sekali, ditemani hujan deras dengan gemuruh. Lega Reyna bisa menangis terisak dilindungi suara hujan.

Entah apa yang dipikirkannya setelah mimpi buruk itu terjadi, tapi tiba-tiba ponselnya berdering tanda pesan masuk

"Rey, lu udah tidur?" Tanya Randy lewat aplikasi hijau diponsel Reyna

Pesan dari Randy membuat Reyna semakin tersedu-sedu. Ia bingung akan membalasnya atau tidak, setelah Reyna dibuat Randy membuang air mata pertama kalinya untuk seorang laki laki selain ayahnya.

"Gue lagi males tidur.", Balasnya singkat, dengan kekuatan pada dirinya yang masih bisa mencintai sosok Randy.

"Besok gue kerumah lu.", Balas Randy.

Pesan masuk dari Randy memang sangat ditunggu Reyna. Entah mengapa ia selalu ingin dihubungi Randy walau tengah sakit hati.

"Ngapain?", Jawabnya yang masih bisa dibilang kepo dengan keadaan Randy.

"Nengok putri cantik lah, mau ngapain lagi elah." Jawabnya yang selalu menenangkan hati Reyna, Tapi kalimat dari Randy adalah jawaban sementara dipikiran Reyna.

Setelah itu Reyna menyudahi chatting dari Randy Fareza.

"Tidak ada perasaan yang salah, mungkin gue aja yang menaruh berharap kepada perasaan dengan orang yang salah" ucapnya sambil memanggil tangisnya kembali, ia merasakan ketakutan yang maklum untuk seseorang yang baru merasakan jatuh cinta.

Hujan deras masih membuat ia dilindungi selimut hangatnya, ia berpikir akan lupa dengan kejadian kemarin yang semoga saja tidak terjadi lagi

Selang beberapa waktu, Gadis bermata sayu mengulang tidurnya dan tidak lupa memanjatkan do'a, agar tidak mengulang mimpi buruknya. Berharap semua akan baik baik saja.





(Jangan lupa vote & tinggalkan komentar)

Wait for the next part^^
Thankyou

HIPOTESISDove le storie prendono vita. Scoprilo ora