Matahari sudah cukup meninggi namun Sung Hwa masih bergelung dalam mimpinya. Dengan samar-samar dia mendengar suara gaduh dari luar. Dengan enggan Sung Hwa membalikkan tubuhnya miring dengan sedikit erangan. Menutup telinganya dengan selimut berharap suara gaduh itu tidak merembes ke telinganya. Namun pada akhirnya itu adalah perbuatan yang sia-sia. Suara dayang Jo benar-benar sesuatu.
“Jungjeon Mama. Jungjeon Mama.”
Sung Hwa mengusap hidungnya dengan frustrasi lalu membuka matanya menatap jahat ke arah pintu di mana dayang Jo sedang berdiri di sana. Sung Hwa mendudukkan diri dan merenggangkan tubuhnya, dengan malas dia bertanya pada dayang Jo.
“Menjawab Jungjeon, Ibu Suri Mama dalam perjalanan ke sini.”
Sung Hwa sedikit mengeluh karena kunjungan mendadak dari Ibu Suri. Dengan malas Sung Hwa langsung membersihkan dirinya dengan dibantu dayang Jo.
“Di mana Ibu Suri?”
“Ibu Suri berada di ruang tengah, Jungjeon.”
Sung Hwa langsung pergi ke ruang tengah. Sebelum memasuki ruangan tersebut, Sung Hwa memperbaiki penampilannya dan sedikit memperbaiki mimik wajahnya. Seiring waktu Sung Hwa meyakinkan dirinya untuk menerima semuanya. Dari pada bangun dengan wajah panik, memeriksa sekelilingnya untuk melihat apakah dirinya sudah kembali ke dunianya sendiri atau belum. Lebih baik membiasakan diri dengan situasinya. Dia akan berusaha memerankan tokohnya dengan sebaik mungkin sebagai Ratu In Hyeon. Mulai hari ini dia akan menjadi Min In Hyeon sepenuhnya. Ratu dari Raja Lee.
“Baiklah Sung Hwa namamu saat ini In Hyeon. Ingat hanya ada In Hyeon. Jadi lakukan untuk mendiang Ratu In. Semangat.” Sung Hwa mencoba melakukan latihan pernapasan.
Saat dirasa cukup, Sung Hwa langsung memasuki ruangan tersebut. Matanya langsung menangkap Ibu Suri. Dengan hormat In Hyeon memberikan salam penghormatan yang menjadi rutinitasnya.
“Jungjeon, aku mendengar bahwa kamu membiarkan Selir itu memasuki Istana Raja.”
“Iya, Mama.”
“Bagaimana bisa kamu melakukannya? Aku ingin segera mendapatkan cucu tetapi aku menginginkan cucu darimu.”
“Tapi Ibu Suri siapa pun yang menjadi ibunya, jika anak itu berasal dari Jeonha maka dia adalah anak Jeonha.”
“Jungjeon, Jeonha adalah putra pertama yang lahir dariku. Jadi aku menginginkan cucu dengan posisi yang sama. Jang Ok Jung tidak bisa dibandingkan denganmu, In Hyeon.”
Sung Hwa mendongak melihat Ibu Suri. Itu benar, Ratu In Hyeon tidak bisa dibandingkan dengan selir. Dia terlalu baik hingga rela melakukan apa saja bahkan menyerahkan nyawanya sendiri. Itu yang dia baca dari novel.
“Membiarkan dia di Istana ini sudah salah. Dulu seharusnya Jungjeon tidak perlu mengangkatnya menjadi selir.”
“Jungjeon mengaku salah, Ibu Suri.”
Tidak hanya Ibu Suri yang menyalahkan Ratu tetapi dirinya juga menyalahkan pemilik tubuh ini. Menurutnya pemilik tubuh ini sungguh naif. Dirinya sangat penurut dijadikan boneka untuk kepentingan orang lain. Entah itu untuk ayahnya atau suaminya sendiri. Penulis benar-benar mempunyai dendam dengan karakter second lead female.
“Aku tahu ini sulit bagimu tapi kamu harus bertahan. Aku akan mendukungmu sampai akhir.”
Setelah kepergian Ibu Suri, Sung Hwa kembali ke kamarnya untuk bermalas-malasan. Ditemani beberapa manisan dan minuman teh herbal. Dayang Jo sedari tadi di sampingnya dengan telaten mengupas beberapa buah untuknya. Sejenak dayang Jo melihat ekspresi wajah Sung Hwa, wajahnya hampir tidak ada emosi. Dayang Jo merasa bahwa perasaan Ratunya kini tengah buruk.
“Jungjeon.”
“Ya.”
“Jungjeon baik-baik saja?”
“Oh.”
Sung Hwa memperbaiki posisi duduknya. Gadis itu berpikir bagaimana cara bertahan di negeri asing ini. Apakah dia benar-benar akan mempertimbangkan usulan Ibu Suri? Dia masih ragu. Mengingat pria berengsek itu Sung Hwa ingin muntah. Berani-beraninya dia mengabaikan istrinya demi selir yang dipungut di jalanan tanpa ada asal usul yang jelas. Bahkan dia menutup mata dan telinga saat istrinya jatuh ke kolam yang mengakibatkan istrinya meninggal.
“Ratu yang malang.”
“Apa Jungjeon?”
“Tidak ada. Dayang apakah kemarin malam Jeonha dan Ok Jung melakukannya?”
“Aku mendengar dari dayang. Jeonha menyuruh Selir Jang untuk kembali ke paviliunnya setelah Jungjeon pergi.”
“Benarkah?”
“Saya tidak berani berbohong, Jungjeon.”
KAMU SEDANG MEMBACA
LANDING ON YOU (Promo Spesial 30 September- 3 Oktober 2021)
Historical FictionApa jadinya jika kamu terlempar dalam dimensi lain. Inilah yang dialami Han Sung Hwa gadis modern yang terlempar dalam serial novel bertema saeguk. Mendarat di tanah Joseon, Sung Hwa menjadi seorang Ratu yang tidak dicintai oleh suaminya. Mengingat...
