1. Lembaran Baru

281 116 203
                                    

Ayoo semua merapat kemari. Ajak teman kalian juga yaa hehehe. Kita jadi saksi perjalan yang baru dimulai ini, iyaa cerita ini hihi. Sebelum baca part ini sebaiknya baca prolog☝dulu yaa biar kalian gak bingung.

-
-
-

Happy Reading semua💕

---

Semua akan berjalan dengan baik saat kamu bisa menerimanya

-Agrelia Azaera

-
-

Sejauh apapun manusia melangkah, berjalan dan berlari sekalipun, maka rumah akan tetap menjadi tempat kembali. Setiap kehidupan pasti memiliki titik terburuk tapi bukan berarti harus menyerah, apalagi putus asa. Tidak ada yang tau kedepan itu bagaimana, apa yang akan terjadi, mungkin itu menyenangkan atau bahkan menyedihkan.

"Selamat datang Agrelia Azaera!!!"

Suara itu menembus lembut ketelinga gadis itu. Membentuk senyuman indah di wajahnya. Matanya kini menatap tak percaya melihat orang-orang yang mengucapkan selamat datang "Agrelia Azaera".

"Suprise" teriak laki-laki yang berada di balik punggung Agrelia.

"Dasar Kak Arya pembohong, katanya Mamah sama Papah gak bisa nyambut kedatangan Agrelia" Agrelia dengan kasarnya mengusap cairan bening yang membasahi pipi manisnya itu.

"Disuruh sama yang punya rumah kalo gak saya dipecat jadi anaknya" canda Arya.

"Ihh mulutnya itu, jangan ngomong gitu" ucap Kania memarahi Putra sulungya itu.

"Kak Arya bilang Mamah sama Papah sibuk banget jadi gak bisa jemput Lia di rumah sakit" lirih Agrelia.

"Udah jangan sedih gitu, gak enak diliat" Kania dengan cepat memeluk putri kesayangannya itu. Seakan tidak mau kalah Arya ikut memeluk Ibu dan adikya itu.

"Papah gak ikut berpelukan kayak teletubbies?" tanya Arya kepada Papahnya yang hanya tersenyum melihat mereka. Entah apa yang di pikirkan oleh Mario hingga langsung mendengar perkataan putranya itu.

Keluarga tempat terciptanya kebahagiaan, kesedihan dan kenangan yang tak akan pernah terlupakan. Sederhana namun sulit untuk digambarkan betapa bahagianya Agrelia Azaera. Memiliki Papah seorang pengacara yang sibuk namun tidak pernah lupa tentang keberadaannya. Mamah yang selalu sedia saat gadis itu senang mau sedih dan Arya Argana seorang kakak yang selalu membuat tingkah lucu walaupun suka aneh namun dirinya sangat menyanyangi keluarganya.

Malam mulai larut. Namun tawa keluarga kecil itu masih terdengar. Agrelia yang baru saja keluar dari rumah sakit seakan-akan tidak pernah merasakan kesakitan itu.

"Papah mau bilang sesuatu sama Arya dan Agrelia" Mario menatap kedua anaknya dengan rasa sayang yang sangat tulus yang terpancar dari matanya. Sebelum mengatakan sesuatu kepada kedua anaknya, Mario menarik nafas panjang terlebih dahulu.

"Kita bakalan pindah ke Bandung besok"

Sontak saja yang diucapkan Mario tadi membuat kedua anaknya terkejut tak percaya. Bagaimana bisa tiba-tiba Papahnya ingin mereka pindah ke Bandung tanpa bertanya dulu kepada mereka. Wajah kekecewaan sangat tergambar pada Arya maupun Agrelia.

"Pah gak bisa di tunda dulu? Mungkin minggu depan atau lusa saja?" tanya Agrelia yang kemudian memanyunkan bibirnya saat melihat gelengan kepala yang dilakukan oleh Mario.

 A dreamTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang