Aturan Pertama : Jangan Merokok di Malam Pertamamu

1.6K 175 112
                                                  

author's note : Senang sekali banyak yang antusias sama fanfic ini!

Selamat menikmati, semoga menghibur!

----------

Gumpalan asap beterbangan di sekitar wajah Shikamaru.

Merokok selalu membantunya dalam mengatasi kegugupan. Untung saja rumah Kazekage sangat besar dan memiliki halaman yang sangat luas, sehingga ia bisa menenangkan diri sembari menatap awan.

Ada apa denganmu, Shikamaru?

Dia bisa mengatasi kecemasan di saat rapat besar Lima Kage, tapi gugup untuk menyentuh istrinya sendiri.

Shikamaru menoleh ke arah koridor gelap yang dihiasi oleh barisan lilin-lilin yang mengarah ke kamar Temari--kamar mereka, lupa. Ah, entahlah. Berada di desa lain dan menginap di kediaman megah Kazekage membuatnya merasa seperti maling.

Shikamaru menghisap batang rokok yang sudah hampir tak tersisa lagi, cukup membuktikan bahwa dia sudah lama sekali berada di luar, atau terlalu gugup sehingga bersemangat menghisapnya.

Dengan perasaan lebih tenang, Shikamaru membuang rokoknya ke tempat sampah, kemudian melakukan pemanasan sebelum kembali ke dalam kamarnya.

"Ayo Shikamaru, kau bisa, kau bisa."

Shikamaru akhirnya berhasil mengumpulkan segenap nyalinya dan berjalan menuju kamar.

Tiba-tiba ia ingat kalau Temari sangat membenci aroma rokok di tubuhnya.

Untungnya, Shikamaru pernah mempelajari jutsu penghilang aroma, setidaknya saat itu berguna untuk mengelabuhi penciuman Kiba.

Ia mengetuk pintu, diam-diam mengutuk diri sendiri kenapa pula harus ia ketuk pintu kamarnya sendiri. 

"Shikamaru? Kenapa di luar?" Suara Temari mengkonfirmasi betapa kikuk sikapnya malam ini.

Shikamaru membuka pintunya, berusaha mati-matian menampakkan wajah datar tanpa ekspresi. Temari berhenti menyisir rambut pirang panjangnya, dan memandang suaminya melalui cermin.

Shikamaru mencoba mencerna penampilan istrinya malam itu ; gaun tidur putih yang menampilkan lengan ramping sempurna dan lutut yang mulus.

Kami-sama, dia benar-benar menikahi wanita paling cantik di dunia.

"Aku habis cari udara segar," ujar Shikamaru, nadanya tenang. Pria itu menutup pintu di belakangnya, melihat Temari mengangguk dan melanjutkan aktivitas menyisirnya.

Shikamaru terdiam di sana, berdiri canggung. Kenapa dia tidak ngomong apa-apa lagi?

Shikamaru berpikiran untuk mencoba esok hari, mengingat hari ini cukup melelahkan bagi Temari. Namun, melihat pakaian tidur semacam itu... dan tubuh indah seperti itu...

Ia menghela nafas. Malam ini harus jadi malam yang spesial. Semua pria menantikan malam ini! Dia harus memanfaatkan sebaik-baiknya. 

Shikamaru berjalan mendekat, membuat Temari menatapnya bingung dari jendela. Hatinya berdebar-debar, tentu saja. Melihat Shikamaru dengan wajah serius, pasti suaminya itu sedang merencanakan sesuatu.

Shikamaru merundukkan kepalanya dan menggenggam tangan Temari, menghentikan aktivitas menyisirnya.

Temari dapat merasakan sentuhan dari tangan besar nan kukuh yang menggores tengkuk, seiring tangannya menyibak rambutnya ke satu sisi, mengekspos leher jenjang putih bersih miliknya.

Shikamaru menatap Temari melalui cermin, melihat bagaimana wanita yang perkasa itu dapat pula bersemu malu menemui sentuhannya. Pemuda itu mencondongkan tubuhnya ke depan dan meletakkan sisir itu di atas meja rias.

Marriage SurvivalTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang