"Lah, emang kapan Jisung nggak berisik?" Hyunjin tidak bisa menjawab pertanyaan terakhir Seungmin, memilih menyesap soda gembira yang dia pesan dari kantin A. Tangannya lalu mengaduk-aduk siomay yang sama sekali belum dia makan. Seungmin hanya menatapnya heran. Sungguh tidak biasa, pikirnya.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
" Tapi nggak kayak biasanya deh lu, tiba-tiba ngindarin Jisung begitu." Seungmin mengambil kubis gulung dari piring Hyunjin, "biasanya juga kayak sendal jepit. Selalu berdua."
"Eciee ihir, lagi marahan." Changbin tiba-tiba menyahut, menaruh ketoprak dan es kopi dari kantin B yang selalu jadi menu makan siangnya. Sepertinya sangat puas bisa cie-cie-in temannya.
"Apaan sih!"
"Kemarin juga nggak nungguin Jisung di studio pas extrakulikuler musik, udah semingguan. Biasanya ditungguin udah kayak orang pacaran." Hyunjin mendengus kesal mendengar pernyataan terakhir Changbin. Mereka ini, suka sekali menggoda Hyunjin.
"Lah, itu Jisung. JI--" Belum sempat Changbin berteriak, Hyunjin menghentikannya dan menarik tangan Changbin yang hendak melambai ke arah Jisung. Jisung baru saja datang ke area kantin, kelihatan celingukan memilih menu makanan dari kantin mana. Jari telunjuk Hyunjin menempel di bibir, mengisyaratkan Changbin untuk diam.
" Jangan dipanggil!"
"Kasih alesan dong ke kita!" Seungmin melipat tangan di depan dada, disertai anggukan Changbin beserta tatapan penasaran setengah mati.
"Ugh," dengus Hyunjin. Dia memutar bola matanya malas, "Jisung dari kemarin ngajakin gue buat jadi kencan dia di prom melulu."
"Iuh, jijik."
"Kok lu ngomongnya begitu?! Gue suka Jisung tahu!" Hyunjin menyalak pada Seungmin yang saat ini memandang Jisung dengan tatapan sangat hina dari kejauhan.
"Ya terus kok lu nggak terima aja ajakannya? Gampang 'kan?"
"Enggak maulah!" balas Hyunjin sedikit kesal, "jijik."
Jawaban itu cukup untuk membuat Seungmin dan Changbin saling menatap jengah satu sama lain. Manusia bernama Hyunjin ini benar-benar ya....
"Suka tapi nggak mau nge-date. Nggak kasian sama Jisung apa? Dia jadi ngebucinin elu banget semenjak diselingkuhin sama Minho. Sampe stalkerin IG lu pas dulu lu belum pindah kelas. Giliran udah jadi deket, malah lu friendzone-nin. " Changbin menggelengkan kepala, memilih menghabiskan makan siangnya karna Felix sudah mengirim pesan untuk datang ke studio dance sekarang. Seungmin pun sama, memahami jalan pikiran Hyunjin itu lebih sulit dari rumus matematika.