LEONARD|39|Minggu

2K 87 18
                                                  

39. Minggu

Di hari Minggu yang cerah ini, Laurent sedang bersiap untuk menemani abangnya seperti yang dijanjikan Sabtu kemerin. Saat ia sedang mengikat tali sepatunya tiba-tiba handphonenya yang berada di dalam totebagnya bergetar. Menandakan ada orang yang meneleponnya. Dan benar saja Sandra meneleponnya. Ia menggeser tombol hijau untuk menerima panggilannya.

"Halo!" sapa Laurent.

"Halo, Lau! Lo di mana?" Bukan suara Sandra melainkan suara Eisha.

"Di rumah. Kenapa?"

"Kita tunggu di rumah Danera nih. Katanya mau ngerjain PR Fisika bareng," ucap Eisha.

"Nanti gue nyusul mau ada keperluan dulu sama bang Hans," balas Laurent.

"Oke, kita tungguin jangan lama-lama."

"Oke. Lo kenapa pake hape Sandra?" Tanya Laurent.

"Hape gue lowbat. Semalem lupa ngecharger dan sekarang masih dicharger di rumah Danera," balas Eisha.

"Owhh gitu. Eh, udah ya. Udah di tungguin bang Hans."

"Yoiii, sampe ketemu nanti." Laurent pun mematikan panggilannya dan kembali menaruh ponselnya di dalam totebagnya.

⛈⛈⛈

Setelah sekitar 30 menit Laurent menemani abangnya itu, ia keluar dari Cafe dan melajukan mobilnya menuju rumah Danera yang letaknya tidak jauh dari Cafe.

"Permisi, bi. Daneranya ada?" tanya Laurent kepada asisten rumah Danera yang kebetulan sedang menyapu teras.

"Ada, non. Non Laurent ya?"

"Iya bi, saya Laurent."

"Masuk aja ya non. Non Danera tadi sama temennya di kamarnya."

"Baik bi. Laurent masuk ya."

Laurent pun menuju lantai 2 di mana kamar Danera berada. Laurent memutar knop pintu dan melihatkan para temannya yang sedang bermain game di PC milik Danera.

"Weiii, gue kira udah mulai ngerjain eh malah main game," ucap Laurent membuat mereka terkejut.

"Eh kapan lo sampe?" tanya Sandra.

"Barusan."

"Ya udah ngerjain kuyy," ajak Danera.

Mereka pun memulai untuk mengerjakan PR fisika yang di berikan oleh guru mereka dari yang termudah hingga tersulit.

"Ini nomor terakhir gimana caranya? Gue gak mudeng," ucap Eisha.

"Lau lo udah kan nomor itu? Liat dong," ucap Sandra.

Laurent merotasikan matanya. "Nohh." Ia menyerahkan bukunya kepada temannya itu.

Dari keenamnya bisa dikatakan Laurent yang paling pintar disana. Makanya ia sering menjadi bahan contekkan terutama oleh Sandra walaupun Laurent sebangku dengan Danera.

"Selesai nih mau ngapain?" tanya Vina.

"Party kuy. Pesen pizza dong," usul Eisha.

LEONARD Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang