TIGA BELAS

484 65 22
                                                  

Happy reading 💝
Sorry kalo ada typo

--

Yoona berteriak histeris saat ia mengingat semua yang terjadi padanya. Eun Woo berusaha merengkuh noonanya untuk menenangkannya. Namun yang ada Yoona semakin histeris tidak karuan, membuat Eun Woo, Soo Hyun, dan Krystal semakin panik.

"Kita bawa dia ke rumah sakit." Soo Hyun

"Ne, aku akan menyiapkan mobilku. Gendong dia Eun Woo-ya" Krystal segera bergegas mengambil kunci mobil dan berlari keluar meninggalkan unit Yoona.

--

Sudah tiga hari sejak Yoona masuk rumah sakit. Selama tiga hari itu pula Yoona seakan tidak dapat tersentuh oleh siapapun. Dokter yang menangani Yoona pada hari itu selain mengobati luka-lukanya menyarankan keluarganya untuk membuat janji dengan psikiater rumah sakit. Setelah melakukan pemeriksaan, psikiater itu mengatakan bahwa Yoona mengalami trauma yang membuat Yoona menderita gangguan kecemasan sosial. Gangguan ini membuat Yoona enggan bertemu dengan orang lain, dan mendadak histeris jika ia sedang kambuh.

Baik Soo Hyun, Eun Woo, maupun Krystal harus pandai-pandai memilih waktu untuk menjenguk Yoona. Jika keadaan Yoona sedang stabil maka ia bisa diajak berbicara seperti biasa, bahkan bercanda pun bisa. Namun jika keadaannya sedang tidak stabil tidak jarang Yoona akan berteriak histeris dan seluruh tubuhnya akan bergetar hebat. Saat malam tak jarang Yoona akan terbangun dari tidurnya lalu menangis ketakutan. Kejadian saat ia dirundung terus-terusan berputar di kepalanya.

Eun Woo dan Krystal setelah mengantar Yoona ke rumah sakit malam itu, langsung menuju kantor polisi dan melaporkan apa yang terjadi pada Yoona, namun saat polisi datang dan mengecek kondisi Yoona. Polisi itu mengatakan bahwa kasus ini tidak akan dapat diperkarakan sebab kondisi mental Yoona yang sedang tidak stabil, sehingga apapun yang dikatakan Yoona tidak memiliki kekuatan hukum dan Yoona tidak dapat mengingat wajah-wajah dari pelaku perundungan itu. Di tempat kejadian perkara pun tidak ada CCTV sebab tempat itu berada di balik tembok taman dan belakang gedung apartement yang lain, sehingga saksi mata juga tidak ada.

Keterangan polisi itu membuat kepala Eun Woo terasa akan meledak. Ia menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa menolong noonanya saat kejadian. Pun sekarang Eun Woo masih saja tidak bisa membantu Yoona. Eun Woo merasa gagal dalam melindungi Yoona.

"Aku akan membunuhnya bu." Eun Woo mengeratkan giginya, ia sedang mencoba untuk meredam emosinya yang sudah berada di ubun-ubun dan siap meledak kapan saja.

"Tak kan ku biarkan dia hidup bahagia sedangkan noonaku menderita seperti ini."

"Im Eun Woo, Ibu tidak pernah mengajarimu menjadi pria seperti ini. Biarlah semua ini berlalu, ini bisa menjadi pembelajaran untuk kita."

"DAN MEMBIARKAN DIA HIDUP BAHAGIA SEDANGKAN NOONAKU HANCUR KARENANYA? MAAF BU TAPI AKU TIDAK SEBAIK ITU." Eun Woo yang berusaha menahan emosinya tiba-tiba meledak saat kata-kata itu keluar dari mulut Soo Hyun.

Soo Hyun sempat terkejut namun ia kembali menenangkan dirinya. Ia tahu bahwa putranya ini sedang diliputi oleh emosi yang tak tahu harus dilampiaskan pada apa dan siapa.

"Sia-sia saja Eun Woo. Dia orang terkenal jika kau membunuhnya keluarga kita akan semakin dibenci. Kau tahu jika dalam hubungan Yoona dan Sehun, Yoona tidak pernah menggodanya sama sekali. Tapi lihat, publik membuat opini bahwa noonamu yang bersalah. Jika kau membunuhnya, bayangkan apa yang akan terjadi pada keluarga Im, eoh? Kendalikan dirimu." Pinta Soo Hyun sembari mengelus lembut punggung putranya berharap emosinya juga ikut mereda dengan sentuhan menenangkan itu.

My Secret RomanceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang