Rumpus Cat Eliot

938 60 2
                                    

Aku berjalan mencari Bowie di hari ulang tahunku sambil membawa beberapa batang asparagus.

Aku pernah berjanji padanya untuk menulis Rumpus Cat Eliot—yang dikantungi di saku penyeranta yang membawa anjing Tyke Yorkshire di belakangnya. Tapi, aku memilih menghilang di pinggir distrik sambil menyanyikan lagu Killer. Aku ingin buru-buru bertemu Bowie tapi di sebelah restoran Yunani seorang anak kecil berjubah bilang bahwa ibuku mati.

Aku kemudian mencari Bowie di sekitar pohon-pohon milik pemerintah sambil menangis. Ia tertidur dan orang di sekelilingnya mengatakan kepadaku bahwa Bowie sudah mati. Aku bilang tolong bawa Bowie, dan jangan sampai ia tertidur di situ lagi. Tapi anak kecil berjubah itu keburu menarik tanganku dan membawaku berlari kencang menaiki mobil kecilnya.

Aku mendengar Bowie meminta roti di belakang kemudi. Tapi anak kecil berjubah itu bilang bahwa aku hanya sedang panik. Sekarang aku bertanya-tanya padanya, pasti ada anak-anak di rumah ibu yang sedang meminta susu, dan bertanya di mana ayahku. Dan membacakan puisi-puisi Osip Mandelshtam sambil mencari sisa-sisa uang logam di kemeja bau milik ayah. Aku hanya mendengar album Clareville Grove Demos di tape mobilnya. Aku bilang di mana Bowie, si anak kecil berjubah itu bilang semua ini hanya anteseden. Anak kecil berjubah itu menghentikan mobilnya di depan krematorium.

Aku bertanya padanya kenapa aku dibawa ke krematorium. Ia membuka kancing bajunya dan sedikit bertelanjang dada. Kemudian ia keluar dan tersenyum padaku. Kurasa ia Bowie, tapi ia juga bukan Bowie. Ia bilang ia hanya ingin mengantarkan aku pada ibuku karena ia tidak mau aku sendirian.

Tapi ibuku tidak tahu, hidupku adalah Baldwin yang mengatakan bahwa ikan besar memakan ikan kecil dan laut tidak peduli. Giovanni's Room itu masih ada di dalam rak bukuku. Dan aku kesepian dan tidak pernah memiliki teman sampai sekarang.

Ayahmu Tumbuh di Halaman BelakangTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang