Prolog

22 3 1
                                        

Orang orang berjalan ke sekolah bersama teman-teman mereka. Sebenarnya aku juga ingin, tetapi, bagaimana? Aku sangat gugup. Mungkin mereka tidak akan menerimaku sebagai teman. Setiap ke sekolah selalu aku berjalan kaki. Tidak memakai motor yang sekarang sedang trendi. Aku tidak mau merepotkan orang tuaku yang selalu bekerja keras. Ya walaupun aku ingin, tetapi aku tidak mau merepotkan. Mungkin orang orang berkata bahwa masa-masa sma adalah masa-masa terbahagia. Mungkin tidak bagiku. Bagaimana bisa terbahagia kan aku pemalu dan introvert.

-
Aku menyebrangi jalan. Sekolahku tidak jauh lagi. Namun, kudengar klakson dari arah samping yang ternyata berasal dari mobil. Yang benar saja?! Kan sedang lampu merah mengapa ia tetap berjalan itu sudah keterlaluan! Ternyata dugaanku benar. Mobil tersebut tepat di depan aku. Mobil itu semakin dekat! Aku berusaha berjalan keluar dari zebra cross. Tapi kaki ku berkata lain, kaki ku sudah bergemetar duluan. Ya ampun aku sangat takut.
*TIIIN* suara klakson mobil tersebut semakin dekat! Aku pun ketakutan setengah mati dan mencoba untuk tidak melihat mobil tersebut dengan menutup muka ku dengan kedua tanganku.
Telinga ku memberi isyarat bahwa sebentar lagi kamu akan celaka! Suara klakson tersebut sudah berada dekat sekali denganku. Namun, ada seseorang yang menggendongku keluar dari penyebrangan tersebut. Kudengar suara mobil tersebut melintas di samping ku. Ya, kupingku memberi tau.
Syukur aku tidak tertabrak. Tetapi aku masih sangat ketakutan. Ketika aku membuka mataku, banyak orang-orang yang memandangku. Aku pun mendengar semua perkataan mereka.
"Gila ya dia, bukannya menghindar, malah diam disana, pengen sok drama apa!". Aku tidak menghiraukan semua perkataan mereka. Mataku hanya tertuju kepada seorang laki-laki, ia memakai seragam yang sama denganku, mungkin dia satu sekolah dengan aku.
Dia masih menggendongku. Aku pun terdiam dan menatap laki-laki yang masih menggendongku. Ya, kita terjebak dalam drama tatap menatap yang ada di sinetron. Aku langsung berdiri kembali.
"Salken! Nama gue Adrian, lain kali jangan beku di penyebrangan kyk tadi, itu bahaya bgt. Btw nama lo siapa?" Sapa Adrian.
"Aduh, bagaimana ini. Aku gugup bgt. Mulut tolong bantu aku ngomong kek! " bicaraku dalam hati.
"E..eh.. sal..am ken..al ju..ga na.. maa ak..u..." balasku. Aku sangat canggung sekali! Aku bahkan ingin lari dari situasi tersebut. Aku pun terdiam sebentar dan menunduk agar mengurangi rasa gugupku.
"P. Jawab nama lo siapa? Jangan bengong, biar gue tau" kata Adrian. Aku gugup banget! Gimana dong... . Akhirnya, aku lari dari Adrian dengan perasaan malu dan gugup. Lalu lintas pun berjalan kembali normal. Orang-orang yang sebelumnya melihat ku perlahan-lahan mulai bubar.
-
Aku lari menuju gerbang sekolah yang sudah setengah tertutup. Aku berusaha lari sekencangnya. Sayangnya, aku tetap terlambat dan memohon kepada satpam sekolah untuk membuka gerbang sekolah. Ahh.. sial, hati mereka tidak tergerak sama sekali. Ya sudah apa boleh buat? Akhirnya aku berbalik badan dan ternyata...

Bersambung...

Si introvertWhere stories live. Discover now