5💦

1.1K 165 70
                                                  

You loved the best way,
With a touch of madness and reckless abandon

  - ariana -

  09.32 pm

  "Sehun!"

  Rumah besar itu lengang. Jam tergantung kokoh diatas dinding megah sewarna laut, berputar menggiring malam dengan lagu yang sama seperti saat hujan membasuh bumi.

  Bola matanya menelisik kearah lembaran dihadapannya, saat suara nyaring mendadak memecah perhatiannya. Sehun menoleh, memastikan beberapa detik bahwa ada seseorang yang baru saja berteriak, dari lantai bawah.

  "Hey Oh Sehun!"

  Dan benar saja. Itu suara memekakkan yang didengarnya setiap pagi. Masih seseorang yang sama yang memiliki gaya berbicara menyebalkan pada suaminya, Yoona Lee.
 
  Gadis itu berdiri diambang pintu dengan raut kesal dan marah yang bercampur menjadi satu saat mendapati sosok Sehun menuruni tangga dengan celana panjang, baju hitam polos dengan kacamata baca yang masih bertengger dibalik hidungnya

  "Woah beraninya kau tak menjemputku!" Yoona berteriak marah yang sama sekali tak mendapat respon Sehun. Pria itu justru menghentikan langkahnya ditengah anak tangga, menyilangkan tangan dengan wajah datar

  "Tenang-tenang dirumah sedangkan aku kehujanan! Jahat sekali kau sialan!" Sehun menatap Yoona, rambutnya lembab dengan kaki telanjang dan dress yang masih meneteskan sisa-sisa air diatas lantai granit.

  Tentu saja Sehun tak seegois itu. Ia menjemput gadis itu tadi, benar-benar mengarahkan mobilnya hingga ke halaman universitas.

  ...

  Sehun melajukan mobilnya lebih cepat. Setelah beberapa saat yang memuakkan untuk menolak ajakan Kai di kantor, ia hampir lupa jika kuliah Yoona telah berakhir pukul delapan.

  Gedung universitas tampak lebih lengang saat Sehun memasukinya, pria itu keluar dengan payung bening ditangan, bak kubah transparan yang dihujani ribuan kristal. Ia mengedarkan pandangan khawatir karena tak menjumpai gadis itu dimanapun.

  Bahkan ponselnya tak bisa dihubungi. Mendadak Sehun merasa gusar, takut terjadi apa-apa pada Yoona. Karena bagaimanapun, Sehun berani bertaruh bahwa Yoona tak akan sudi berjalan kaki hingga rumah keduanya.

  Hujan bergema, membuat pandangan kian terbatas. Sehun baru saja kembali melangkah ke sudut lain gedung saat retina matanya menangkap sosok Yoona tengah berteduh disana. Sehun melangkah tergesa menghampirinya, namun terdiam pada detik berikutnya.

  Karena Yoona memang benar disana, namun bersama seorang pria.

  flashback end.

  "Kufikir kau pulang dengan kekasihmu" Sehun mengalihkan pikirannya, saat akhirnya ia memilih kembali pulang tadi tanpa menghampiri Yoona.

  Jangan berfikir buruk, tapi Sehun hanya tengah berusaha mematuhi peraturan nomor empat. Membiarkan Yoona berkencan dengan siapa saja. Lagipula matanya sudah amat ramah dengan pemandangan Yoona bersama pria acak.

  Yoona mendengus "Kekasih apanya?! Baterai ponselku habis tahu!"

  Gadis itu menatap kakinya sendu "Aku juga jatuh tadi! Hak sepatuku patah, dan seluruh isi tasku kehujanan!" Keluhnya kesal membuat Sehun mengernyit, ia tak tahu jika Yoona telah terjatuh

  Dan tentu saja tak heran, dengan heels lima centi saat hujan, memang berapa persen kemungkinan untuk tetap berlari dengan selamat?

  "Sekarang aku mau makan dan istirahat!" Yoona bertingkah otoriter, gadis itu melemparkan tatapan tajam kearah Sehun yang dibalas dengan helaan nafas tanpa suara

New RomanticsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang