13

65 13 1
                                                  

Seira menautkan diri di depan cermin, sambil sesekali melirik ponsel yang ia gunakan untuk menghubungi Mr. G, namun selalu gagal dan tidak ada jawaban dari si pria misterius itu. Pesannya pun tak ada satupun yang dibalas. Membuatnya menghela nafas sambil memakai maskara pada bulu matanya yang lentik.

CLING!

Sebuah notifikasi membuatnya tersenyum samar dengan harapan pengirim pesan tersebut adalah orang yang sudah ia tunggu-tunggu.

Harapannya pupus saat membaca nama pengirim pesan yang tak lain adalah Kakashi.

Setelah menyelesaikan riasan, ia memutuskan membalas pesan si pria bersurai perak yang ternyata ingin menjemputnya.

Ibu jarinya dengan lihai mengetikan beberapa huruf pada layar ponsel. Kemudian kembali meletakan benda pipih diatas meja saat Kyouka masuk ke dalam kamarnya.

"Kau akan pergi ke pesta? Atau pergi kencan dengan pria bermata sayu yang tempo hari datang mencari kak Dazai?" Kyouka bersandar pada meja rias sambil mengamati setiap inci wajah Seira.

"Apa aku terlihat akan berkencan?"

Kyouka melipat kedua tangan didepan dada sambil menggerakan bibirnya yang terkatup. "Dibanding berkencan, kau lebih mirip seperti sedang menyamar."

Seira tersenyum mendengar jawaban Kyouka. "Sini." Seira menepuk pahanya sembari menarik Kyouka untuk duduk dipangkuannya.

"Apa aku boleh menikah lagi?" Tanya Seira sambil mengusap surai panjang milik Kyouka.

"Tentu. Kalau itu membuatmu bahagia." Walaupun dengan intonasi datar, tapi Seira senang mendengar jawaban dari si bungsu Fukuzawa ini.

"Suatu saat nanti, aku akan menikah..." Tangan Kyouka mengepal mendengarnya. Ia tak menyauti, dan terus mendengarkan penuturan Seira.
"... dan aku ingin menikah, dengan pria yang bisa membuatku bahagia dan juga kalian bahagia."
Saat itu juga Kyouka mendongak.

"Jadi kau tidak akan menikah dengan pria bermata sayu?" Kyouka memastikan.

Seira mengatupkan bibir sambil memasang pose berfikir. "Kalau dia bisa membuat kalian bahagia, kenapa tidak?"
Saat itu juga wajah Kyouka kembali masam.
"Tapi kalau kalian tidak bahagia, aku tidak akan menikah dengannya."
Kali ini justru kyouka lebih terkejut dibanding sebelumnya.

"Benarkah?" Lagi, Kyouka hanya memastikan dan sedikit berharap.

Seira mendekap Kyouka. Kemudian mengangguk. "Hal yang membuatku bahagia adalah saat melihat kalian bahagia. Jadi jika suatu saat ada pria yang bisa menerima kalian apa adanya, dan bisa memberikan kasih sayang selayaknya seorang ayah pada anak kandungnya, kenapa tidak?"

Kyouka terkekeh. "Apa orang seperti itu ada?"

"Entahlah... mungkin kita harus rajin berdo'a pada Kami-sama untuk itu."

Kini Kyouka mendongak. "Bagaimana kalau minggu besok kita ke kuil? Lalu kita ke makam ayah? Aku merindukan ayah..."

Setelah menggerakan bola mata, Seira kembali menatap Kyouka sambil mengangguk dengan sedikit senyum yang mengembang diwajahnya.

"Nah... apa Kyouka-hime sudah merasa lebih baik?" Seira masih mendekap Kyouka.

"Hm! Arigatou, neechan!" Kali ini Kyouka memeluk Seira yang memangkunya.

***

Kakashi tersenyum sambil melepas kacamata hitam saat melihat Seira yang mengenakan dress navy sebatas lutut keluar dari rumah Dazai.

Rambut panjang dibuat sedikit curly itu sengaja Seira gerai. Dan itu membuat Kakashi semakin terpana dengan penampilan Seira kali ini.

Ditatap dengan intens tentu membuat Seira sedikit canggung. "Apa... ada yang aneh?" Bertanya sambil menyisipkan anak rambut dibelakang telinga.

FRIEND ZONE (1st Friend Series)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang