11-Hari bersejarah

573 106 677
                                    

Aku tak bisa menolak pada debur rindu yang bergejolak. Ku akui melawan senyummu logikaku kalah telak.

-Rama Aditya Pratama

____

Rama bersandar di pintu mobil, ia menunggu Nara keluar dari rumahnya. Sudah sekitar 30 menit dirinya menunggu, padahal ia sudah memberitahu Nara bahwa dirinya telah sampai di depan rumahnya. Pertanyaannya, kenapa lama sekali?

Akhirnya, Rama melihat Nara menutup pintu gerbang dan menghampirinya. Rama menatap Nara dari atas sampai bawah, gadis itu tampak berbeda. Mungkin karena Nara memakai make up hari ini dan rambutnya di biarkan menjuntai indah. Dan sialnya, Rama mengakui bahwa hari ini Nara cantik dan menggemaskan.

"Kenapa ngeliatinnya gitu? Terlalu cantik ya?" Tanya Nara penuh percaya diri.

Rama mengerjap, ia sadar dari lamunannya. "Lama banget sih lo!" Dengus Rama mengalihkan pembicaraan.

"Maaf Rama, lama. Habisnya tadi dandan dulu, biar keliatan cantik depan Rama," ucap Nara di iringi cengiran khasnya.

"Segala dandan, Kalo mukanya gitu ya gitu aja," cibir Rama.

"Ya ampun kasar! gak suka!"

"Tapi boong," ucap Nara yang kemudian tertawa kencang.

Dasar gadis aneh!

"Di rumah lo ada siapa? Enggak ada siapa-siapa kan?" Tanya Rama sambil celingukan.

"Gak ada siapa-siapa. Ayah gue jarang ada di rumah, pembantu gue juga lagi ke pasar," jawab Nara jujur.

Mulut Nara terbuka sesaat sebelum akhirnya ia tutup dengan sebelah tangan kanannya. " Eh, jangan-jangan lo mau itu ..."

"Astaga Rama! Gue gak nyangka!"

"DUH GUSTI!" Teriak Nara yang panik sendiri.

"Lo mikir apa sih? Gue cuma mau pamitan sama orangtua lo kalo ada di rumah," ucap Rama sinis.

Pipi nara memanas karena menahan malu. "Oh gitu."

"Jadi berangkat gak?" Tanya Rama jengah.

"JADI DONG! AYO RAMA! GAK SABAR KITA AKAN MENGHABISKAN WAKTU BERDUA SAMPAI MENUA BERSAMA!" Sahut Nara antusias.

Rama bergidik ngeri, seketika ia takut dengan gadis gila di sampingnya.

"Rama bukain pintu mobilnya dong ...," Rengek Nara.

"Lo bukan princess, Nara!"

"Nyebelin! Gak ada romantis-romantisnya!" Rajuk Nara.

"Jangan drama! Cepetan masuk!"

Nara memasuki mobil Rama dengan wajah pura-pura di tekuk, menyusul Rama yang sudah terlebih dahulu masuk ke mobilnya.

***

Rama menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia terlihat tenang si tempatnya. Tidak seperti Nara yang tampak gugup di sampingnya, tubuhnya bergerak tidak pasti dan sedikit-sedikit menoleh ke luar. Suasana tampak canggung, tidak ada yang memulai percakapan. Nara sengaja merapatkan mulutnya karena ia ingin Rama yang memulai.

Demi Spongebob yang bisa membuat api unggun dalam air! Nara tidak tahan dengan suasana awkward ini!

Nara menghela napasnya kasar, ia memilih menyerah saja. "Kita mau kemana, Rama?" Tanya Nara membuka suara.

Di pikir aneh juga mereka berdua, berniat jalan-jalan tapi tidak tahu mau jalan kemana.

"Terserah," jawab Rama singkat.

NARAMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang