Twins

23.7K 953 2

• • •

"Morning Omaa "

Sapa prilly saat menuruni tangga dan menuju meja makan.

Rumah mewah dengan gaya Eropa modern dengan dikelilingi taman serta kolam renang di lantai dua yang lanhsung terakses dari pintu balkon kamar prilly.

"Pagii juga sayank" sahut Malisa.

Malisa adalah oma orang tua dari Rizal papa prilly.

Prilly mendekat dan mencium pipi Melisa dengan sayank dan menarik kursi mengambil posisi duduk di sebelah melisa.

"Oma hari ini prilly mau liat kampus prilly. " ucap prilly sambil mengolesi selembar roti gandum dengan selai stroberry.

"Oma sudah menyuruh orang buat ngurusin peroindahan kuliah kamu, kebetulan dia juga kuliah disana " ucap oma.

Prilly hanya mengangguK dan mengunyah roti yang berhasil di masukkan kemulutnya.

"Pagi oma "

Sura lembut seorang gadis berambut coklat berlesung pipit dan memiliki tubuh yang ramping dan tinggi pas untuk ukuran orang indonesia.

"Pagi marissa sini sarapan bareng " sahut melisa dengan ramah.

Prilly memandang marisa kemudian mengalihkan pandangan ke marisa Memberikan pandangan bertanya.

Marisa mendekat dan mencium tangan oma,

Cantik sopan itulah kesan pertama yang di ambil oleh prilly.

Dia memicingkan mata dan menaikkan sebelah alisnya.

"Sayank ini kenalin, namanya Marissa Admadja. Dia kuliah satu kampus dengan kamu dan jurusan yang saaa semester yang sama,, dia adalah cucu angkat oma, setelah kamu memutuskan untuk tinggal di aussi " tutur melisa.

"Marissa " marisa mengulurkan tangan ke prilly.

"Prilly " prilly membalas uluran tangan ke marisa.

"Senang bertemu kamu non, jaagan benci aku karna aku di angkat sebagai cucu oma, karna non adalah satu satunya cucu di hati oma "

Prilly tersenyum " apaan sih mar, satu lo ngga usah panggil gue non, panggil aja prilly, kedua gue mana mungkin benci sama lo, gue malah berterimakasih karna lo mau nemenin oma gue, yang terakhir anggep gue sahabat lo jangan atasan lo atau gue ngga akan pernah mau temenan sama lo " terang prilly.

Marisa tersenyum kemudian memandang melisa "bener apa kata oma, selain cantik , pintar non eh maksud aku prilly juga baik "

"Apaan sih lo, udah aah... eh pake lo gue aja , oke "

Marisa hanya mengangguk

"Yaa udah yuuk kita berangkat , lo bisa bawa mobil " tanya prilly.

Marisa kembali mengangguk.

"Ya udah gue kan ngga tau jalannya, lo yang bawa mobil gue, oma aku pke luxuri putih aku aja , jangan paksa aku pake supir atau bodiguard oma yang garang itu cukup marisa yang nemenin prilly. Karnaprilly bukan anak SD lagi dan prilly ngga mau temen temen prilly takut temenan sama prilly karna sikap overprotectif oma " cerocos prilly.

"Iya oma janji, kamu mau nemenin oma disini saja sudaj seneng, krna kamu sekarang udah dewasa jadi oma percaya "

"Thank oma, prilly kekampus dulu yaa " prilly mencium pipi kanan kiri melisa dan dilanjut marisa mencium tangan melisa.

"Nii kuncinya " prilly menyerahkan kunci mobilnya ke marisa dan berputar ke kursi penumpang.

Lixuri putih melaju dengan kecepatan sedang.

Disepanjang perjalanan prilly hanya diam dan sesekali memandang walpaper ponselnya, sudah sebulan dia meninggalkan aussi meninggalkan kenangan manis serta pahitnya, prilly membuka galeri foto dan menghapus semua foto foto digo dari ponselnya .

"Kenapa di hapus prill " tanya melisa saat melihat prilly ngedelt foto foto itu.

Prilly hanya diam dan melirik sekilas kearah marisa.

"Maaf prilm ngga ada maksud buat kepo " imbuhnya karna merasa tidak enak.

Prilly tersenyum "its okay " sahutnya singkat.

"Eehh boleh liat ngga " pintanya .

Prilly diam sejenak dan akhirnya memperlihatkan ke marissa.

Ciiiitttttzzzzzzz....

Bunyi rem yang terinjak penuh membuat pertahanan prilly goyah hingga kepalanya hampir membentur. untung dia memadang seatbelt.

"Hey what happent marisa, hatik hatii " teriak prilly.

"Itu .. ituu siapa prill " tanya marisa tergagap.

"Itu mantan pacar gue waktu di aussi, satu angkatan sama gue dia ambil dokter bedah, dia meninggal satu bulan lalu karna kangker hati " tuturnya.

"Serius tapii tapii "

"Lo kenapa siih , " tanya prilly heran.

"Kita kekampus cepet, " marisa menginjak gas dan menambah kecepatan.

"Emang lo kenapa?? knp lo segitu paniknya setelah melihat foto digo " tanya prilly heran.

"Pokoknya lo liat sendiri, dan lo harus liat itu nanti saat tiba di kampus" ujar marisa.

"Iyaa tapi apaan " prilly semakin heran.

"Udah ntar lo juga bakal tau, setelah kita ketemu pihak kampus dan membereskan perpindahan lo gue akan nunjukin lo seseuatu dan gue jamin lo bakal ngga percaya " imbuhnya.

"Whatever lah yaa.. hati hati nyetirnya " cicitnya kemudian menyandarkan punggunya nyaman disandaran kursi penumpang.

Setela menempuh perjalanan hampir tiga puluh menit mereka telah sampai di kampus, marisa segera mengajak prilly ke ruang administrasi dan mengurusi segala tetek bemgek masalah perpindahannya.

"Gue panggil lo risa aja ya, marisa kepanjangan " ucap prilly saat keluar dari ruangan dosen.

"Ya terserah deh " sahutnya.

"Eh gue laper banget tau ngga, cari makan yuulk " ajak prilly.

"Tapi disini beda dengan aussi lo prill di cafetaria kampus ngga ada steak atau spagety."

Prilly terkekeh "gue lagi pengen makan salad jawa alias gado gado " uacapnya mantap.

"Hahahahaa doyam gado gado juga , kirain ngga " balas risa.

"Udah yuuukk " ajak prilly.

Marisa mengangguk dan segera menuju cafetaria kampus.

Menyusuri lorong melewati beberapa klas dan akhirnya dampai di cafeetaria outdoor yang menyediakan beberapa menu sarapn dan makan siang,

"Gue pesenin dulu yaa , gado gado kan " ulanh risa.

"Yaps, gado gado tanpa lontong terus minumnya greentea aja "

Setelah mendapat pemberitahuan risa segera memesan makanan yang sama dan beberapa menit kemudian dia kembali dengan nampan berisi dua piring gado gado fan dua botol green tea.

Tak menunggu lama prilly langsung melahab tanpa aba aba dan tanpa canggung dan tanpa jaim atau sok imut.

Wajah cantik yang dimilili tak ubah membuatnya sombong atau sok kuasa karna kekayaan omanya.

Dia gadis manis, baik dan sopan serta rendah hati meskipun di ter lahir dari keluarga yang kaya tapi orang tuanya mengajarkan kesederhanaan di hidupnya. Itulah kenapa dia tak suka dengan cara omanya yang terlaau berlebihan menurutnya.

Saat dia tengah asyik makan, tiba tiba datang tiga cowok bertampang cool.

Mata prilly membelak lebar,

"Uhuuukk uhuuukkk "

Prilly pun langsung tersedak melihat pemandangan yang ada didepan matanya.

"Dii . .. "

Hiiii haiiii haiii
Vocom nya jangan lupa yaa...

Diujung SenjaBaca cerita ini secara GRATIS!