For every story tagged #WattPride this month, Wattpad will donate $1 to the ILGA
Pen Your Pride

BAB 1

44.5K 589 5

"Red,kau sebaiknya menyusup ke dalam rumah itu,dan bunuh Mr. Wood sialan itu," Joe memainkan pisau yang ada didepannya

"Lalu bagaimana dengan anaknya?"
Red menatap saudaranya itu lekat lekat

"Jika anaknya laki-laki,bunuh juga. Jika perempuan,pastikan ia hidup dengan sengsara." Joe menatap foto ayahnya dan meletakan pisau di laci meja kerjanya

"Aku harus apa agar dapat masuk ke rumah Mr. Wood?" Red menyeruput teh hangatnya sambil menatap keluar jendela

"Entahlah... Nanti gampang." Joe duduk di samping Red

"Kau tau? Kenapa kita harus membunuh Mr. Wood?" Joe membuka mulutnya lagi dan menatap Red.

"Ya. Balas dendam." Red meletakkan cangkir tehnya dan menyalakan rokok

"Maksudku, apa kau tau? Apa yang membuat kita harus balas dendam?"
Joe mengambil rokok dan menyalakannya menggunakan korek yang tadi digunakkan Red

"Tidak,aku tidak tau. Memangnya kenapa?" Red menghisap rokoknya dengan tenang

"Ayah kita dibunuh oleh Mr. Wood dan aku yakin,ayah merasa tak tenang disana karena kematian yang tak adil" Joe bangkit dari tempat duduknya dan mulai berjalan menyusuri foto foto ayahnya kembali sambil sesekali menghisap rokok yang ia pegang

"Lalu,apa Mr. Wood mempunyai alasan untuk membunuh Ayah?"
Red masih menatap keluar jendela dan menikmati rokoknya

"Entahlah...." Joe duduk di meja kerjanya dan menatap setumpukan surat surat yang harus ia dan Red tanda tangani.

"Aku malam ini sepertinya akan ke bar." Joe menatap Red,berharap adiknya itu ingin bergabung

"Untuk apa? poker? Kau tau kau tak akan pernah kalah. Gantilah permainan,kau tak bosan?" Tatapan Red kali ini beralih ke kakaknya yang sangat sangat hobi dengan poker

"Hey! Begitu gitu,ayah membiayai kita lewat poker!" Joe menatap adiknya kesal

Red pun hanya tertawa pelan mendengar ucapan kakaknya itu

"Baiklah,aku ikut. Lama aku tak bermain di ranjang." Red mengambil buku yang ada didepan sofa dan mulai membolak balik an halaman

"Jadi kau ikut denganku? Hanya untuk bermain dengan wanita saja?" Joe menatap adiknya kesal

"Yap!" Jawan Red mantap

Mereka berdua tenggelam dalam kesibukan mereka masing masing. Red sibuk membaca buku sedangkan Joe mau tak mau membaca kontrak kontrak bodoh dan konyol yang harus ia tanda tangani cepat atau lambat.

(Kediaman Mr. Wood)

"Yah?" Seorang gadis kecil memasuki ruang kerja ayahnya dan berlari kecil

"Ada apa Kim?" Tanya sang ayah memutar kursi dan mendapati anaknya membawa sekotak biskuit

"Aku tadi belajar masak dengan Chef Hans. Coba!" Gadis yang dipanggil Kim itu memberikan kotak pada ayahnya

"Oya? Rasa apa ini? Keju? Ah! Kau tau saja ayah paling suka dengan ini!" Dengan semangat, Mr. Wood membuka kotak tersebut dan mendapati beberapa biskuit yang masih hangat dengan aroma keju yang menyeruak hidung mancung sang ayah

"Ayah suka?" Kim menaiki meja kerja ayahnya dan duduk manis disana

"Tentu" Mr. Wood tersenyum lembut kepada anaknya dan menyadari ada seseorang yang mengetuk pintu ruang kerjanya

Tok tok tok!

"Kim,ayo turun. Tidak enak dilihat karyawan" Mr. Wood berdiri dari duduknya dan merapikan beberapa dokumen yang tadi tercecer diatas meja

Mission or PassionBaca cerita ini secara GRATIS!