[2]-ANGKASANIA

275 33 46
                                                  

"Karena kamu, satu-satunya orang yang abang punya sekarang."
~Muhammad Fajar~

-Angkasania-

Setelah selesai makan, Fajar melihat ke arah kening Nia yang sedikit ... merah.

Tanpa banyak kata, dia menanyakannya kepada Nia, "Dek? Itu kening kamu kok merah gitu?" tanya Fajar sambil mendekat ke arah Nia.

Nia pun mengelus keningnya dengan cemberut, "Di tabrak tembok tadi, Bang."

Fajar terkekeh, "Bukan tembok yang nabrak kamu. Tapi, kamunya yang nambrak tembok. Jalan tuh liat-liat."

"Bukan salah Nia. Tembok tuh gak tahu ngapain nongrong di sana. Lagi galau kali ditinggal kekasih." Nia menjawab ucapan Fajar dengan ngawur.

"Dasar! Ngawur!"

Dengan sengaja Fajar menekan kening Nia yang berwarna merah tadi.

"Awss ... sakit, Bang!!"

"Eh? Sakit? Ayo ke RS," ucap Fajar sambil menatap Nia khawatir.

"Gak ke RS juga kali, Bang! Makanya jangan asal tekan aja. 'Kan jadi tambah nyut-nyutan nih. Kaya hati yang nyut-nyutan liat dia berbalas komentar romantis dengan cewek lain," ucap Nia panjang lebar, bisa dibilang curhat, Eh?

Fajar tersenyum geli, "Kamu curhat, Dek? Dan ini beneran gakpapa 'kan?"

Nia mengangguk, "Cuman mengungkapkan perasaan aja sih. Gakpapa, Bang. Gak usah lebay amat deh."

'Karena kamu, satu-satunya orang yang abang punya sekarang.' Dengan senang hati Fajar memeluk Nia dengan sayang.

-Angkasania-

Nia sedang duduk di ruang tamu sambil memakan cilok. Gadis tersebut sangat suka dengan cilok. Mottonya
'Setiap ada penjual cilok lewat. Wajib beli, dimana pun dan kapan pun.'

"Cilok teross!" ucap Fajar sambil duduk di kursi sebelah Nia.

"Iri bilang boss! wkwk" ucapnya sambil cekikikan.

Fajar menatap tajam Nia, "Dasar adek laknat."

"Gakpapa yang penting Nia kyud."

"Dek, kamu ikutan event cermin gak?" tanya Fajar sambil menatap HPnya.

Nia pun berhenti sebentar dari aktifitasnya, "Gak ah, Bang. Males. Abang aja sana ikutan."

"Abang juga males, Dek. Temanya juga gak seru," ucap Fajar sambil cemberut.

"Temanya apa, Bang?"

"Kekasih."

Nia yang mendengar pun tertawa ngakak karena abangnya itu jomblo karatan.

"Hahahah, pantes. Abang kan jomblo karatan," ucap Nia sambil tertawa ngakak.

Fajar menatap kesal Nia, "Iri bilang bos!" Setelah berucap, Fajar kembali ke kamarnya, ngambek mungkin.

"Ngambekan," ucap Nia pelan.

Sebelumnya, Fajar dan Nia itu anak literasi. Tau dunia literasi? Dunia literasi adalah dimana kalian bisa mengungkapkan ide, pikiran, dan perasaan kalian melalui kata-kata.

Di dunia literasi juga, kalian menemukan teman baru, bahkan keluarga baru. Biasanya, di dunia literasi, seperti facebook. Setiap orang pasti mempunyai grup chat Family online yang isinya beberapa orang. Di sana biaa belajar bersama, memberi nasihat, layaknya sudah seperti keluarga kedua.

ANGKASANIA [Hiatus]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang