BAD ATTITUDE||03

418 177 212
                                    

"Kok jus alpukat yang gue minum, manis nya hilang ya? Ohhh iya iya gue tau nih, kan manis nya udah pindah di depan gue. Tuh yang lagi baca:)"

-Luwis Gionino

"Oh disini ternyata. Gede juga SMA lo. Nggak ding. SMA kita. " Sontak keempat manusia itu memandang si pembicara.

"Ngapain lo kesini ? Nggak usah nyari problem. " Respon Bian yang begitu datar namun tegas.

"Calm dude. Gue kesini cuma nyari cewe yang malem itu. Lumayan si, mulus. " Bian merasa sesak sekaligus marah . Sedangkan Jevan dan Luwis langsung menarik Bian untuk meninggalkan tempat. Karena para murid mulai bergerombol.

Eh anjir ganteng juga.

Siapa dia? Murid baru?

Damage nya wuihh.

"Temuin gue di basecamp Anthanos kalo lo nggak mau hancur." Setelah melontarkan kalimat yang membuat tanda tanya, cowok itu pergi meninggalkan kantin. Namun sebelum itu, ia menyapa genit para siswi yang berteriak histeris.

"Salam kenal. Gue Moreyno."

AAAA ganteng bangett.

***

Adzan Isya berkumandang dua puluh menit yang lalu. Bian baru saja menyelesaikan kegiatan sholatnya. Lalu beberapa menit kemudian, mamanya memanggil agar Bian ikut bergabung di meja makan untuk makan malam bersama keluarga. Momen ini sekarang jarang dilakukan semenjak papanya yang sibuk mengurus perusahaan di luar kota. Setelah mengganti baju dengan kaos oblo hitam rumahan, Bian segera menuju ruang makan. Disana sudah ada Risa, mama Bian dan adik perempuannya, Shabrina. Lalu papanya, Andri berdehem pelan.

"Ma, dulu waktu hamil mama ngerasain apa?" Tanya Bian seraya mengambil posisi duduk tepat di depan adiknya yang sudah dulu menyantap makanannya. Papanya menaikkan alis begitu mendengar pertanyaan yang Bian lontar kan.

"Mual, pusing, nggak nafsu makan. Kenapa nanya gitu bang?"

"Nggak ada si. Tadi cuman ada materi reproduksi di kelas."

"Tumben masuk kelas bang? biasanya lo bolos ke kantin hahaha." sindir Risa .

"Enak aja. Inget, lo sama gue pinteran gue. Otak lo kan isinya cuma Kpop. Plastik!".

"Bedain ya mana manusia mana plastik!" Lalu Risa meninggalkan meja makan dan ke kamarnya. Mendadak badmood.

"Ceilah baperan. Skip. " Kata Bian sambil tersenyum tipis. Memaklumi adiknya yang nggak bisa di ajak jokes. Selalu di ambil hati.

"Kebiasaan ya jailin Risa. Jangan gitu bang. Dia kalo ngambek bisa nggak makan dua hari." Kata mama dengan sabar.

"Risa nya aja yang childish."

"Adikmu kan memang masih SMP. Wajar lah childish." Sahut papa sambil menyendok makanan.

"Iya deh Bian salah."

"Tadi sore temen cewek mu kesini, balikin jaket. " Bian menatap mamanya.

"Siapa?"

BAD ATTITUDE[REVISI ALUR]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang