8-Ubah strategi

551 134 725
                                    

Semoga setiap kepergian menjadi pelajaran agar kamu lebih menghargai seseorang.

-Nara Pramudita Nareswari

_____

Ghina menatap sahabatnya prihatin, ia bergidik ngeri melihat Nara uring-uringan di kasur seraya memaki-maki foto Rama di layar ponselnya. Apalagi di iringi dengan lagu sedih, kentara sekali patah hatinya. Hari ini Ghina sengaja menginap di rumah Nara, ia mencoba menghibur sahabatnya yang sedang patah hati ini.

Ghina mengenal Nara sudah cukup lama, Nara dan Ghina satu sekolah saat SMP dan Nara menjadi teman sebangkunya saat kelas tujuh. Mereka masih berteman baik walaupun sudah berbeda kelas, hanya saja setelah lulus SMP mereka lost contac.

Ghina tak pernah mengira bahwa cowok bernama Rama yang sering kali Nara ceritakan padanya saat SMP adalah Rama si cowok dingin yang menjadi most wanted di sekolahnya.

Ghina menepuk-nepuk punggung Nara prihatin. " Yang sabar ya Nara."

"Kurang sabar apa coba gue? Gue udah sabar kali Ghin." Lirih Nara.

"Terus lo nyerah gitu aja?" Tanya Ghina.

"Ya enggaklah! Plankton aja belum nyerah dapetin resep rahasia crabypatty, masa gue nyerah."

Ghina memutar bola matanya, Nara ini masih sempat-sempatnya menjawab pertanyaan nya absurd.

Ghina berpikir sesaat. "Kayaknya lo harus ubah strategi deh."

Nara mengerutkan keningnya. "Ubah strategi gimana maksud lo?"

"Selama ini lo kan obral murah ke Rama, kali ini lo harus jual mahal ke Rama!" Ujar Ghina.

"Yaelah Ghin, gue obral murah aja gak mau apalagi jual mahal. Gak di lirik sama sekali kayaknya. " Ucap Nara pesimis.

Nara menghela napasnya. "Apa gue ke dukun aja ya?"

Ghina menjitak kepala Nara. "Hushhh, gak boleh sesat, dosa!"

Nara mengusap-usap kepalanya bekas jitakan Ghina. "Sakit bego!"

"Lagian lo udah bego karena cinta! Dasar bucin!"

Nara menghela napasnya. "Ya habisnya gimana? Gue gak tahu lagi gimana cara ngeluluhin hati Rama."

"Ya lo harus jual mahal ke Rama pokoknya!" Tegas Ghina.

"Maksud lo gue harus ngejauhin Rama gitu?"

"That's right baby!"

"Ah gabisa! Gue gak bisa jauhin Rama!" Tolak Nara mentah-mentah.

"Lo mau dia suka sama lo enggak?"

"Pertanyaan retoris!" Dengus Nara.

"Kalau lo mau dia suka sama lo, lo jangan terlalu obral murah! Cabe di pasar aja pada mahal tuh."

Nara mendengus sebal, masa Ghina menyamakan dirinya dengan cabe di pasar. Walaupun di pikir-pikir ucapan Ghina ada benarnya juga.

Nara menatap Ghina ragu. "Kalau dia gak ngelirik gue sama sekali gimana? Kayaknya dia biasa aja deh."

"Jangan pesimis dulu! Coba aja dulu, nanti gue bantu."

Nara menatap Ghina lekat-lekat. "Bantu sampe dapet kan?"

Ghina menggaruk belakang telinganya. "Kalau sampe dapet gue gak janji ya."

Nara menekuk bibirnya kesal. "Ih gimana sih lo! Ngebantuinnya setengah-setengah."

Ghina menghela napasnya pelan."Iya gue bantu sampe dapet."

NARAMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang