• 17. Ada Rasa •

338 36 17
                                    

Happy Reading😊

Raka, Ara, dan yang lain telah masuk ke dalam bus sesuai dengan tempat duduk masing-masing. Karena tempat duduk mereka tidak diubah dan sesuai dengan saat mereka berangkat, jadi Ara tetap bersama Raka.

Baik Raka maupun Ara tengah menyibukkan diri dengan kegiatan mereka masing-masing. Seperti Ara yang asik menonton Drama Korea dari layar handpone nya. Sedangkan Raka membaca buku sambil mendengarkan musik menggunakan earphone miliknya.

Selang setengah jam, rasa kantuk mulai menyerang diri Ara, dengan sisa kesadaran Ara sempat melirik jam tangannya yang menunjukan pukul 22.00.

Ara sempat mencoba memejamkan kedua matanya. Namun, seketika rasa kantuknya hilang, saat Ia memikirkan kejadian dimana Raka dirinya kemarin.

Ara sedikit mendongakan kepalanya untuk melihat wajah Raka. Pria di sebelahnya itu, masih sibuk dengan kegiatan membaca buku dan mendengarkan musik.

'Raka ganteng juga kalau diem gini, auto nambah suka nih gue,'batin Ara.

"Udah puas mandangin wajah gue." Seketika Ara tersadar dari lamunannya.

"Apaan sih," bantah Ara dengan memalingkan wajahnya.

"Gue tahu kalau gue ganteng, dari lahir malah," goda Raka yang membuat kesal Ara.

"PD!"

Raka terkekeh geli melihat tingkah Ara yang menurutnya seperti anak kecil.

"Buktinya lo sering diem-diem mandangin gue kan." Ara bungkam.

"Jangan halu deh, masih gantengan Aliando Syarief skip ajalah." Raka terkekeh dengan tangan mengelus lembut kepala Ara

Sekali lagi Ara di buat tak dapat berkutik, setelah mendapat perlakuan manis dari Raka

'Gini ya definisi rambut yang diacak-acak hati yang berantakan," pikirnya.

"Jangan sering ngelamun, natu kerasukan."

Ara tak menggubris perkataan Raka, dan langsung mengalihkan pandangannya ke luar jendela bus. Dapat dilihat jika jalanan masih ramai walaupun hampir larut malam.

Sekitar sepuluh menit Ara masih setia melihat jalanan yang dilalui oleh bus yang ditumpanginya ini.

Raka yang mulai bosan dengan keheningan antara mereka berdua pun, memikirkan sebuah ide untuk menjaili Ara.

Raka mengambil satu bungkus permen karet di sakunya. Di makan lah permen karet tersebut, dan bungkusnya Ia bentuk seperti laba-laba.

Raka menaruh dengan hati-hati laba-laba mainan yang telah dibuatnya itu di rambut Ara.

"Ra, itu di rambut lo ada apa?"tutur Raka pelan agar tidak menggangu peserta yang lain. Raka menatap ngeri rambut Ara.

"Emang ada apa?" Panik Ara

" Itu– itu– Di rambut lo ada laba-laba," cakap Raka, yang membuat Ara semakin panik.

"Ih, lo serius Ka?" tanya Ara dengan tubuh gemetaran.

"Iya gue serius."

"Hiks... Hiks... Raka tolongin gue, tolong buangin laba-laba di rambut gue, guetakut banget sama laba-laba."

Tak disangka cewek tegas dan galak seperti Ara bisa juga takut dan nangis perkara serangga kecil seperti laba-laba.

Raka mengambil laba-laba mainan tersebut dari rambut Ara lantas memasukannya ke dalam bak sampah di bawah bangkunya.  "Eh, Ara jangan nangis gitu dong. Tadi itu bukan serangga beneran kok ini cuma pembungkus permen karet doang kok," panik Raka.

" Hiks ... Hiks ... Lo tega banget sih sama gue, gue dari kecil fobia sama yang namanya laba-laba," ujarnya dengan tangis yang tak kunjung mereda.

"Iya, gue minta maaf tadi niatnya cuma mau isengin lo aja. Gue gak tau kalau lo takut sama laba-laba," terang Raka merasa sangat bersalah, ia tak tahu bahwa Ara memiliki ketakutan yang luar biasa dengan laba-laba.

"Sekali lagi gue minta maaf ya Ra. Sekarang lo jangan nangis ya." Raka mengusap - ucap rambut Ara pelan dan menyenderkan kepala Ara ke pundak Raka agar Ara lebih tenang.

Ara yang menerima perlakuan tersebut hanya menganggukan kepalanya. Jujur saja Ara merasa nyaman di perlakukan begitu oleh Raka.

Raka masih setia mengucap-ucap rambut Ara dan tak terasa Ara pun sudah tertidur di pundaknya.

_Biar gue perjelas sekarang, bahwa sebenarnya gue udah mulai suka Lo_

Detiara Silvia Putri Dinata

Bersambung...

Terimakasih telah mampir dan membaca story aku. Semoga dapat menghibur kegabutan kalian ya...

KETOS VS PRADANA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang