• PART 1 •

1.9K 132 90
                                              


Happy Reading♡

Hari telah berganti menjadi pagi. Kini cahaya mentari mencoba memasuki celah-celah gorden dengan kamar bernuansa hitam itu.

Nathan yang kini tengah berdiri didepan kaca full-body miliknya, ia sedang menata rambutnya dengan gel pomade miliknya itu.

"Gue ganteng, tapi kok gak ada yang suka sama gue sih" Nathan pun lanjut menata rambutnya.

Hari ini merupakan Gladi Resik pertamanya sebagai Ketua OSIS SMA BRAYA. Walaupun sekolah ini merupakan sekolah milik Papah-nya, ia tetap harus bertanggung jawab sebagai Ketua OSIS.

Tiba-tiba saja saudara tiri Nathan masuk kedalam kamarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. "Kan udah dibilang berkali-kali kalo masuk kamar gue tuh ketuk dulu!" Ketus Nathan.

"Eh- maaf. nih, gue cuma mau bawain sarapan. Soalnya gue tau lo gak bakalan ikut kita makan ja..." Naufal yang sedang mengulurkan tangan memberi makanan yang ada di tanganya kini di tangkis oleh Nathan.

"Gak usah sok peduli lo sama gue!"

Nathan pun segera meninggalkan Naufal yang masih setia berdiri di ambang kamarnya itu.

Kini Nathan telah sampai di dapur.

"Nathan, makan dulu yuk, sayang. Mama tau, pasti kamu belum sarapan kan?" ujar Mama Audrey.

Nathan pun tidak menjawab pertanyaan Mama tirinya itu dan segera melanjutkan perjalanan.

Tiba-tiba saja Pa Athaya selaku kepala keluarga Bratajaya membuka suaranya dengan dingin.

"NATHANIEL! KAMU TIDAK SOPAN! KELAKUAN KAMU SEMAKIN MENJADI-JADI. KAPAN KAMU BERUBAHNYA?!" Ujar Pa Athaya dengan nada tinggi.

"Jadi?" tanyaku.

"Kamu minta maaf sama mama-mu atau papa akan potong uang saku-mu!"

"Yah papa gitu gak asik nih" ujarku lalu berlalu dan segera mengendarai motor ninja milik-ku.

Sementara, mama tiri-ku pun mencoba menenangkan papa-ku.

. . .

Bugh...

"Lo sadar dong papa lo tuh pengin lo jadi anak yang bener bukan jadi gini"

Bugh...

"Jadi??"

Bugh..

Naufal pun kini tengah tersungkur di tengah lapangan dengan luka yang membiru.

"Stop! Udah jangan berantem," sela Bunga.

Bunga pun membantu Naufal untuk berdiri lalu membantunya untuk ke UKS dan membersihkan luka.

"Kalian bisa gak sih sekali aja gak berantem. Iya sih gak berantem tapi suasana sekitar jadi mencekam," ujar Bunga membuka pembicaraan.

Bunga. Orang pertama yang Naufal jadikan teman ketika keduanya duduk dibangku Sekolah Dasar dan tahu menahu tentang Naufal dan Nathan yang tidak pernah akur.

Trouble Maker BoyFriendTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang