♥ Tersulut Emosi ♥

80 8 8
                                    

Happy Reading!

-----

"Wah, baru kemarin ketemu udah ketemu lagi. Apa ini? Jangan-jangan kita jodoh lagi?"

Tawa mereka pecah seketika.

Isla menghembuskan napas panjang nan berat seraya memejam. Ia mendongak. "Lo semua pada nge-fans gue apa gimana sih? Suka banget dah gangguin hidup orang."

"What? Kita? Nge-fans sama lo? Dih, ogah banget deh ya," tukas Darra.

"Mending lo ngaca gih!" -Dirra.

"Udah, Girls. Jangan ganggu orang lagi makan, kasian ntar keselek trus mati gimana? Kan, gak lucu." Kathy terkikik pelan, diikuti duo kembar itu.

Isla tidak mau memedulikannya sama sekali. Dia masih terus mengunyah baksonya seraya menulikan pendengarannya.

Lalu yang terjadi berikutnya sangat mengejutkan dan tidak manusiawi.

Kedua mata Isla nyaris melotot dengan suara yang memekik tertahan, saat melihat minuman es tehnya dituang ke dalam mangkuk baksonya. Kepalanya seperti terbakar, mati-matian dia menahan emosinya yang sudah di puncak ubun-ubun.

"Ayo dimakan dong, Isla sayang! Bakso rasa es teh ala Katherina pasti lebih enak dibanding tadi. Ya kan, Girls?" kata Kathy tersenyum bak iblis.

"Yoi!" sahut Darra dan Dirra kompak.

Kathy lalu menuangkan kembali minuman Isla sampai habis dan dengan sengaja menumpahkannya sedikit di seragam gadis itu. Membuat empunya langsung berdiri kaget, menatap roknya yang kini basah.

"Kathy!" bentak Isla berseru.

"Apa? Kenapa?"

Bahu Isla naik turun. Tangannya terkepal kuat di samping. Memejam erat matanya, mencoba meredam amarahnya yang baru saja akan meledak. Ia lalu menatap Kathy datar tanpa emosi.

"Udah puas lo sekarang, hm?"

"Sayangnya ... Belom, dan sampai kapanpun gue gak akan pernah puas. Lo itu udah kayak mainan gue yang paling seru."

"Denger ya, gue bukan mainan lo!!" Isla menekankan setiap katanya.

"Ya terserah gue dong."

"Ck, mau lo apaan sih hah?!"

"Mau gue? Hm, apa ya? Gak ada," jawab Kathy lalu menyeringai. "Gue cuma suka aja, lihat lo menderita itu cara gue bahagia."

"Lo emang keterlaluan banget tau gak! Gak capek apa ganggu hidup orang terus?"

"Gak tuh! Udah yuk, Girls, kita cabut!"

"Ok. Bye!" ucap Darra dan Dirra bersamaan, lalu mengekor di belakang Kathy.

-----

Kantin mulai sepi.

Kening Raina berkerut samar. Ia tampak celingukan mencari seseorang.

Setelah kembali dari toilet, gadis itu tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Isla di tempatnya. Dan yang lebih membuatnya bingung, dia mendapati mangkuk bakso Isla penuh dengan air warna kecoklatan.

"Sejak kapan tuh bocah suka kecap?" gumam Raina pelan terheran-heran.

Lalu kemana perginya gadis itu?

"Woy, Na! Bentar lagi bel, mau balik ke kelas sekarang?" Suara Elvian menyahut dari arah belakang. Tak ada balasan satupun, dia kembali bertanya, "Kenapa, Na?"

Raut wajah gadis itu tampak serius menatap mangkuk di atas meja.

"Bentar," kata Raina tak menggubris kalimat cowok itu sebelumnya. Ia mengambil mangkuk itu dan berjalan ke tempat pemesanan. Menyerahkan mangkuk itu setelah berbincang sebentar dengan Ibu kantin.

Our Relation Sweet❤Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang