2 || ARJUNA

101K 6.1K 401
                                              

Nousya terus menggaruk - garukkan tangannya yang merah karena digitit semut, "ini semua gara gara kak Arjun! Tangan Nousya jadi merah nih ketiban semut."

"Lagian ngapain lo lapor ke bu Susi! Jadi ini semua gara gara lo!" Ucap Arjuna tak mau kalah dari atas pohon mangga. Karena Arjuna tidak melakukan hukuman mencuci piring tadi pagi, ia harus melakukan hukuman lagi yaitu, mengambil buah mangga langsung dari pohonnya yang terletak di belakang sekolah.

"Ya kan Nousya capek kalo harus nyuci piring sendiri!"

"Mana rambut Nousya kena busa!"

"Udah gitu piring nya banyak banget!"

"Tangan Nousya jadi sakit tau!"

"Udah?" Ucap Arjuna sambil memandang ke arah bawahnya. Melihat Nousya yang mencak - mencak tidak jelas sambil mengerucutkan bibirnya sebal.

Lucu, pikir Arjuna.

"Udah apanya?" Tanya Nousya kelewat polos.

"Udah bacotnya?"

"Ih ga boleh ngomong kasar tau! Dosa!" Ucap Nousya sambil menunjuk Arjuna menggunakan jarinya.

"lo udah punya pacar?" Tanya Arjuna tiba - tiba.

"Udah kok, suami juga Nousya udah punya." Ucapan tersebut sukses membuat Arjuna membulatkan matanya.

"Suami pala lo peyang!"

"Kepala Nousya gak peyang kak Arjun!" Arjuna hanya geleng - geleng kepala melihat tingkah polos Nousya.

"Oh iya, fyi aja nih. Pacar Nousya itu ada bebep Kai, Sehun, sama Jungkook. Kalo suami Nousya itu ada J - Hope, Suga, sama Baekhyun." Ucap Nousya sambil bermimpi membayangkan wajah - wajah pacar dan suami halunya itu.

"Halu lo ketinggian tau gak?"

"Bodoamat! Daripada kak Arjun, Jomblo Abadi!" Ucap Nousya sambil menjulurkan lidahnya. Arjuna pun dibuat kesal olehnya. Terlintas ide jahil di otaknya. Lalu ia membuang ranting pohon kecil ke arah Nousya

"Aaaa! Kak Arjun begooo! Tolongin ada cicek di pundak Nousyaaa!" Teriak Nousya tak sadar saat pundaknya ketiban ranting pohon.

Arjuna hanya diam sambil tersenyum sinis. Beberapa saat, Nousya baru tersadar kalau itu hanyalah ranting pohon. Arjuna tertawa terpingkal - pingkal melihat wajah polos Nousya.

"Ih bego banget sih kak Arjun! Bikin Nousya kaget aja!" Kesalnya kepada Arjuna.

"Ih ga boleh ngomong kasar tau! Dosa!" Ucap Arjuna meniru gaya ucap Nousya sambil bersedekap dada.

Nousya menepuk mulutnya, "tuh kan! Gara gara kak Arjun nih! Nousya jadi ngomong kasar. Udah lah Nousya mau balik ke kantin. Nousya laper!" Kaki jenjang Nousya pun pergi meninggalkan Arjuna. Arjuna berdecak kesal melihatnya.

Nousya sudah berada di kantin dan kini ia sedang memakan baksonya bersama kedua sahabatnya.

Brak

Gebrakan meja tersebut sukses membuat Nousya terlonjak kaget. Penghuni kantin pun langsung menatap mereka dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Tetapi itu hanya dianggap angin lalu oleh mereka, biasa itu tuh fans! Pikir Nousya.

"Kalo kaya gitu! Gue juga besok mau berangkat telat biar bisa dihukum bareng my lovely Arjuna!" Ucapan tersebut berasal dari Keisha yang biasa dipanggil Acha. Acha juga yang tadi sudah menggebrak meja.

"Acha! Nousya jadi kaget kan! Untung Nousya gak keselek bakso, kalo keselek gimana coba?" Dengus Nousya kepada Acha.

"Ya bodoamat! Lo beruntung banget Sya, bisa berduaan ama cogan!"

ARJUNA (BELUM REVISI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang