Kuliah atau kerja dulu?

19 1 0
                                                  

Lulus sekolah aku ikut daftar perguruan tinggi negeri di Surabaya. Waktu itu lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Tidak untuk sungguh-sungguh siap kuliah. Pura-pura saja. Lebih tepatnya sebagai formalitas. Karena kalau beneran diterima belum tentu juga bisa bayar, entah itu uang pangkal atau SPP-nya.

"Pilih jurusan apa?" Tanya kakakku

"Sastra Inggris"

"Kenapa sastra?"

Ada inggrisnya sih, kenapa yang ditanyain sastra. Kenapa?

"Mau jadi pujangga?" Kakakku terkekeh.

Amin...

Sampai saat ini aku merasa hidup sebagai orang yang sensitif, atau bahasa anak mudanya 'peka'. Jadi terhadap sesuatu yang lumayan mengganggu pikiran, aku harus meluangkan waktu untuk mencari jawabannya. Setelah research selama beberapa hari, akhirnya aku menemukan jawabannya kenapa aku pilih sastra, "Aku pilih sastra karena tidak bisa IPA maupun IPS. Aku pilih sastra inggris karena sastra indonesia passing grade-nya lebih tinggi daripada sastra inggris". Itu!

Akhirnya setelah lama menunggu hasil SNMPTN. Alhamdulillah. Sesuai dugaanku, aku tidak diterima.

Bersama Ben

Aku punya temen deket, namanya, Ben. Singkat cerita kami adalah teman senasib. Jika boleh menulis kata-kata bijak semacam... Jika hidup adalah perjalanan yang tidak mudah, maka menderitalah dengan orang yang tepat.

Nah, dalam hidupku orang itu adalah, Ben.

Waktu SMA kita tidak satu kelas. Dia IPS, sedangkan aku IPA. Kami berdua bukan sosok pelajar teladan jika membawa brand jurusan masing-masing. Kami dekat sejak akhir kelas XI, dan sering keluar berdua. Aku juga sering tidur di rumah Ben. Sejak saat itu kami juga sering dipanggil si kembar, walaupun tidak ada miripnya sama sekali. Happening banget kan ya sampai sekarang, kalo dua orang sahabat di sekolah dipanggil kembar?

Momen paling memorable bersama Ben, adalah ketika kami menulis puluhan (atau mungkin ratusan) surat lamaran kerja. Persiapannya mulai dari cetak foto, surat keterangan berkelakuan baik, sampai bolak-balik surat bikin surat keterangan sehat. Saking seringnya cek kesehatan, sampai kami merasa tidak yakin kalo kami sehat gara-gara keseringan parkir di rumah sakit. Kertas curriculum vitae-nya juga beragam. Mulai dari yang manual kita menulisnya semuanya satu-satu, versi template yang tinggal tulis keterangannya aja, sampai yang versi cetak diketik pake komputer.

Ada sebuah kawasan Industri di Surabaya, lokasi tepatnya ada di Rungkut. Kita biasa menyebutnya Rungkut Industri. Ada puluhan pabrik disana. Mulai dari yang besar sekelas unilever, sampai pabrik kecil-kecil yang mana cara untuk mengingat lokasinya kita perlu tahu sebelahnya ada pabrik besar apa namanya. Mulai dari pertengahan 2010 sampai akhir 2011 aku dan Ben berkeliling disana. S-A-T-U T-A-H-U-N... dan tidak ada satupun yang mau menerima kami. 1 dari 10 surat lamaran, mungkin cuma 1 yang akhirnya bisa sampai tahap interview atau wawancara. Tidak sampai tes.

Untuk mengisi kekosongan karir kami yang masih versi beta, aku dan Ben sempat jadi waiters di tempat makan cepat saji. Tidak lama, kemudian kami berpisah. Ben kerja jadi kurir serabutan di pertokoan spare part komputer, sedangkan aku jadi kurir di sebuah spare part mesin pabrik. Sebelum akhirnya kami sama-sama kerja jadi kurir, aku dan Ben juga sempat beberapa hari mencicipi menjadi musisi jalanan... ngamen bro!. Mungkin kedengarannya menyedihkan. Tapi buatku, itu momen paling seru banget dalam hidup. Karena walaupun hanya dalam hitungan hari, kami pernah tahu rasanya menjadi musisi... dan dibayar.

Di awal 2012, usaha kakakku mulai naik. Kemudian dia menawariku untuk kuliah. Itu sangat tidak ada dalam rencana, jadi aku sangat buntu. Posisiku saat itu masih bekerja sebagai kurir, dan akhirnya rencana itu aku sampaikan ke atasanku kalau aku berencana kuliah.

"Kuliah mau ambil jurusan apa?"

"Belum tahu pak." Aku masih merasa kosong.

"Maksudnya?"

"Apapun jurusannya, saya akan coba serius nanti"

Atasanku memberikan jempol. 

Jika Aku Tidak Jadi ProgrammerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang