Bab 26 - Sebuah Rahasia

6.1K 379 77
                                    

Halo semuanya! Makasih banyak sudah mau baca ceritaku yang abal-abal ini.

Inget banget dulu awalnya bikin cerita ini tuh nggak berniat apa-apa, cuma mau menyalurkan ide aja, tapi ternyata banyak yang suka, pada suka kasih semangat dan banyak ide, makasih banget!!

Selamat membaca:) xoxo

***

Setiap manusia pasti memiliki rahasia tertentu dalam hidupnya, pun ketika telah menjadi sepasang suami istri, hal tersebut akan tetap tersimpan dengan rapat. Hanya waktu yang tahu kapan semua akan terungkap.

Radit tumbuh besar dalam keluarga lebih dari segalanya, membentuknya menjadi pribadi yang tak pernah gagal atau tak terpenuhi keinginannya. Untuk urusan itu, saat dewasa ini, terkadang ia amat kecewa, sebab kegagalan dan keinginan yang tak terpenuhi kerap kali membuat dia benar-benar terpuruk.

Dia sudah pernah sangat terpuruk jauh sebelum bertemu Rasya, hampir selama satu bulan dia habiskan dengan hal-hal yang sama sekali tak terbayangkan dalam akal sehat. Tidak ada yang pernah tahu, atau sekedar menanyakan apa yang Radit rasakan pada waktu itu. Jadilah dia menyimpannya rapat hingga saat ini.

Ambisi yang besar kerap menjadi bumerang bagi dirinya sendiri, kegagalan sedikit saja selalu tak dapat dia toleransi. Kerap kali rekan kerjanya menyebut ia kelewat perfeksionis. Tidak juga, batin Radit.

Ia belajar banyak ketidaksempurnaan setelah menikah. Memahami hidupnya yang telah berubah, hadirnya Rasya dan Rafa, dan segala rasa yang sesungguhnya tak pernah siap ia rasakan membuat Radit menjadi lebih dewasa. Ia berharap kisah hidupnya akan selalu bahagia.

"Kamu lagi banyak pikiran, ya?" selalu bisa menebak dengan tepat. Rasya mendapati untuk kesekian kalinya Radit sedang melamun di ruang kerjanya.

"Enggak kok, Sya."

"Terus ada apa?"

Radit menoleh, kemudian menggeleng. "No, aku nggak papa. Oiya Rafa udah tidur?"

Rasya menghela nafas, begitu Radit, selalu mengalihkan pembicaraan ketika berkaitan dengan dirinya.

Rasya terkadang berfikir, ada satu bagian dalam diri Radit yang ia sama sekali tak bisa menyentuhnya. Radit sering kali ia dapati sedang melamun, mengelak ketika diminta bercerita, atau pura-pura baik saja. Bukannya Rasya tak mengetahuinya, terkadang dia membiarkan suaminya itu menenangkan diri dahulu, kemudian menunggu Radit berceita, tetapi sayang, pada beberapa waktu, Radit tetap memilih diam.

"Rafa udah tidur," balas Rasya singkat.

"Oh oke," jawaban Radit sukses membuat Rasya penuh tanda tanya.

"It's ok not be ok, Radit. Tell me, what happened?"

"I'm fine, aku tuh cuma laper! Makan yuk," Radit kembali berusaha mengalihkan isi pikiran Rasya.

Malam itu, Rasya kembali belum berhasil mendapatkan jawaban mengapa akhir-akhir ini Radit tampak berbeda. Selalu saja berakhir dengan kalimat meyakinkan dari Radit bahwa dia baik-baik saja.

Radit selalu berusaha berdamai dengan masa lalunya, kesalahan besar yang dia lakukan pada satu bulan teburuk dalam hidupnya pun perlahan tapi pasti ia lupakan. Entah mengapa, setelah kebahagiaan penuh yang dia rasakan dalam keluarga kecilnya, perasaan takut, khawatir, cemas dan takut mengecewakan terus mendatanginya akhir-akhir ini. Mengapa harus dia rasakan itu?

***

"Radit, Sayang, tenang, it's ok, cuma mimpi," bisik Rasya pelan sambil mengusap peluh yang bercucuran di dahi Radit.

Marriage With(out) LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang