• 14. Kekhawatiran Raka •

356 40 21
                                    

Happy Reading 😊

"Tolong Ara kak, bantu kita cari Ara kak." Ifa memegang tangan kak Indah dan memohon kepada kak Indah sambil menangis.

"Udah kalian tenang aja. Kak Indah tolong bawa mereka berlima ke pos kesehatan ya." Kak Indah menggangguk dan langusung mengantarkan Ifa dan keempat temannya ke posko kesehatan.

"Adik-adik, dimohon jangan panik. Jadi nanti kita semua akan di bagi menjadi beberapa kelompok, dan harus di dampingi pembina, untuk mencari Ara di hutan. Mengerti adik-adik."

"Mengerti kak."

"Dan ingat, jangan ada yang berpencar," pesan Kak Handoko

Semua peserta telah di bentuk menjadi beberapa kelompok untuk memudahkan pencarian Ara.

Di sisi lain, Ara masih berjalan mencari arah untuk kembali ke lokasi kempingnya. Wajahnya sedikit pucat, akibat ketakutan.

Seketika terdengar suara hewan buas, yang membuat Ara semakin takut dan berlari sekencang mungkin. Sampai senter miliknya jatuh. Namun, Ara masih berusaha berlari sekuat tenaganya.

Di sisi lain disinilah Raka yang tergabung dalam kelompoknya kak Andhik. Raka sangat gelisah ketika mendengar kabar,  bahwa Ara hilang.

Sekarang waktu menunjukan pukul 23.15, dan belum ada tanda-tanda Ara ketemu. Cuaca pun tak mendukung, hujan cukup deras mengguyur tempat itu. Akhirnya pembina memutuskan untuk menghentikan aktivitas pencarian mereka.

Ketika Raka ingin kembali ke tempat pertemuan, dirinya gelisah dan memutuskan untuk mencari Ara sendiri.

Raka berjalan tanpa rasa takut, dengan hanya membawa senter dan cutter kecil miliknya. Yang dia gunakan untuk menandai pohon agar dirinya tidak tersesat nanti ketika kembali.

Sementara semua rombongan kelompok yang mencari Ara telah kembali ke tempat pertemuan.

"Adik-adik,  alangkah baiknya pencarian hari ini di hentikan dahulu, karena hari semakin larut dan cuaca tak mendukung."

"Untuk memastikan semua peserta lengkap,  saya persilahkan kepada pembina yang mengawasi kelompoknya mengecek semua anggotanya." Semua pembina lantas mengecek peserta yang tergabung dalam kelompoknya.

"Maaf Kak, kelompok saya kurang satu yaitu Raka," ucap Kak Andhik menyampaikan kekurangan pesertanya.

"Raka?" Tanya Kak Handoko memastikan.

"Kak, tadi Raka berada di barisan paling belakang," ucap Irfan salah satu peserta yang tergabung dalam kelompoknya Kak Andhik.

"Mungkin Raka, masih di hutan cari Ara kak," sahut Zaki.

"Semoga aja Raka, bisa nemuin Ara. Saya mohon untuk teman setendanya Raka, jika Raka kembali ke tanda segera melapor ke posko. Dan sekarang kalian semua boleh kembali ke tenda masing-masing, biar pembina aja yang jaga di sini. Dan ingat harap hati-hati."

Semua siswa telah kembali ke tenda masing-masing. Begitupun dengan teman setenda Raka.

"Bro ... gue takut kalau Raka beneran ilang," lirih Dino.

"Lo gak usah khawatir,  gue yakin dia baik-baik aja, secara Raka udah biasa ada di hutan. Yang seharusnya kita khawtirin itu Ara," ucao Andrian, karena Andrian kenal dengan betul Raka seperti apa.

"Iya juga ya, dia kan anak Scout,  hadapin kayak gitu mah udah biasa," timbal Zaki.

"Ya semoga aja Ara udah ketemu sama Raka. Karena gue yakin Raka pasti berhasil nemuin Ara," ujar Reyhan optimis.

KETOS VS PRADANA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang