part -

35.5K 791 695
                                                  

Sugik berniat untuk tidur, hari ini iya banyak menghabiskan tenaga di kebun meski seringkali wanita itu, Lasmini masih suka mencuri pandang kepada dirinya. Ia tak pernah suka dengan wanita itu, meski mimik wajahnya tenang namun Sugik merasa Ia memiliki sesuatu yang lain, sesuatu yang sewaktu-waktu bisa menghabisi dirinya.

Sugeng mengatakan mobil untuk dirinya mengantar tuan Sabdo akan datang esok hari, hal yang masih sulit Sugik percaya bahwa tuan Arjo mempercayakan anak bungsu-kepadanya. Setelah mengabdi sebagai tukang kebun biasa kini Sugik patut berbangga diri akan menjadi sopir pribadi untuk tuan Sabdo, bagaimanapun mereka sudah menuruti tuan Arjo untuk melakukan "nggado dajer" sebuah ritual sumpah darah yang sudah mereka lakukan saat melahap otak kambing mentah-mentah bersamaan dengan jeroan perut kambing bersama dengan tuan Sabdo sendiri, dengan ini mereka telah mengikat sumpah sebagai saudara meski tak pernah terikat dengan ikatan darah.

Di tengah tidur tiba-tiba Sugik merasa sesuatu perasaan yang tidak enak, perasaan yang membuatnya tidak tenang, ia terbangun dari tidurnya lalu melangkah keluar kamar.

Sugik merasa dadanya menjadi panas seperti ada sesuatu yang mengganjal dirinya, dengan perasaan tak nyaman Sugik bergegas keluar berkeliling hingga di sudut halaman taman ia melihat tuan Sabdo tengah berdiri di muka pintu kamar paviliun sebelah barat, aneh pikir Sugik melihat hal ganjil ini, waktu sudah larut dan tidak biasanya tuan Sabdo masih terjaga seperti ini manakala Sugik mendekat untuk bertanya kenapa tuan Sabdo belum juga tidur tiba-tiba Sugik mengurungkan niat saat melihat di depan matanya ada dua anak Kuncoro yang berdiri menahan pintu kamar, Pras anum dan Batra berdiri tepat di muka pintu seakan menunggu Sabdo, Sugik terdiam mengintip dari balik pohon dekat dengan tanaman beluntas menyembunyikan dirinya dari mata-anak-anak Kuncoro lain.

Apa yang mau mereka lakukan kepada tuan Sabdo. Batin Sugik.

Dengan tetap berdiam mengamati Sugik melihat Pras Anum yang paling tinggi sekaligus paling kekar memegang kedua tangan Sabdo sebelum membiarkan saudaranya Batra memukul wajah Sabdo berulang-ulang kali, Sugik ingin bergerak menolong tuan Sabdo namun ia ingat pesan dari Sugeng, tak sepatutnya bagi Abdi untuk ikut campur dalam urusan keluarga. Sugeng pernah menegurnya, semenjak kejadian itu Sugik tak lagi berani mendekati keluarga-keluarga Kuncoro yang misterius, ia memilih untuk berdiam diri dan melihat tuan Sabdo di pukuli.

Sugik merasakan gejolak dan amarah, mungkin hal itu yang juga tuan Sabdo rasakan tak kala ia melihat bagaimana perlakuan dua saudara Kuncoro ini terhadap tuan Sabdo. tak lama setelah pemukulan itu simbah darah dari wajah tuan Sabdo menetes keluar dari mulut dan hidung anehnya tuan Sabdo hanya diam saja tak melawan padahal Sugik yakin bila tuan Sabdo melawan ia pasti bisa lolos setidaknya pergi kabur dari tempat itu, geram Sugik melihat dua Kuncoro itu membawa Sabdo masuk ke dalam kamar, Batra Kuncoro menutup pintu setelah memastikan tak ada yang melihat perlakuan mereka.

Sugik mendekat, penasaran apa yang dua saudara Kuncoro itu lakukan pada tuan Sabdo, namun sial betul Sugik tak bisa melihat karena pintu di kunci, tak ada jalan lain bagi Sugik ia terpaksa melintas kebun ke seberang untuk mengambil anak tangga, hanya ada satu cara untuk bisa melihat apa yang terjadi di dalam sana, mengintip dari celah langit-langit tempat di mana udara bisa keluar.

Sugik beruntung, menjadi tukang kebun membuatnya tahu seluk beluk bangunan-ini di bangun.

Sugik sudah menenteng anak tangga, di pasangnya se-pelan mungkin agar dua Kuncoro tak melihat dirinya, manakala anak tangga sudah di pasang Sugik memanjat dengan gesit dan di lihatnya dua Kuncoro menyiksa tuan Sabdo sudah entah keberapa kali Batra memukul wajah Sabdo Kuncoro, tak henti mereka tertawa kadang mendorong lalu menahan kedua tangannya lagi membenturkannya ke tembok hingga dengan mata kepala sendiri Sugik melihatnya, melihat bagaimana Pras Anum menelanjangi Sabdo.

JANUR IRENGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang