07

95 16 3
                                                  

Masalalu bisa dikenang dan juga
terkadang sulit dilupakan ―KSeira

֍֍֍֍֍

Seira mengatupkan kedua bibir sebelum menggerakan kedua alis dan menghendikan bahu singkat. Ia terlihat menarik nafas dengan pelan, kemudian mengeluarkannya secara perlahan.

"Malam itu... aku dan Ketua mabuk setelah acara perayaan keberhasilan sebuah kasus." Seira memulai cerita bagaimana dirinya dan Fukuzawa menikah.
"Kami sama sekali tidak mengingat apa yang terjadi setelah itu. Ketua lebih dulu bangun dan mendapati kami berdua ada disebuah kamar hotel." Seira menjeda.

"Meski beberapa helai pakaian masih menempel di badanku, tapi Ketua tidak demikian. Tubuhnya hanya terbalut selimut hotel." Seira kembali mengatupkan bibir dengan jari-jari yang menggenggam cangkir kopi miliknya.

"Kami benar-benar tidak tau apa yang terjadi malam itu. Tiba-tiba saja beberapa orang datang termasuk istri Ketua. Dia sangat marah pada kami. Dan untuk membayar atas rasa bersalahnya, Ketua memberikan sebuah tawaran. Dia diam-diam menikahiku meski tanpa persetujuan istrinya." Kakashi terlihat mengerutkan dahi kendengar cerita Seira.

"Dia memberikanku sebuah rumah dan memintaku menjaga anak bungsunya, Kyouka. Anak itu terlihat kurang kasih sayang dari ibunya. Ia selalu murung dan menatap benci pada siapapun, kecuali ayahnya." Seira kembali menjeda untuk menarik nafas sejenak.

"Setelah ku selidiki, istri Mr. Fukuzawa yang bernama Osamu Kin memiliki banyak hutang dimana-mana. Dia sangat konsumtif dan boros. Hidupnya berfoya-foya dan sering menelantarkan Kyouka. Padahal gadis itu masih sangat kecil." Seira menyesap kopi dan kembali menggenggam cangkir di tangannya.

"Meski aku dan Ketua menikah, tidak pernah sekalipun dia menyentuhku. Aku sangat menghormatinya dan dia sangat menghargaiku. Meski aku lupa apa yang terjadi, tapi aku memiliki keyakinan bahwa malam itu tidak terjadi apapun antara aku dan Mr. Fukuzawa." Seira mengakhirinya dengan menyruput kopi dan meletakan kembali gelas diatas meja.

"Lalu apa yang terjadi dengan Mr. Fukuzawa?" Kakashi masih menyangga dagunya.

"Dia memiliki penyakit kronis dan memutuskan untuk pensiun. Aku merawatnya seperti seorang anak yang sedang merawat ayahnya yang sakit. Lalu membantu Kyouka belajar dan bersosialisasi. Saat itu Kyouka terlihat bahagia meski hanya sebentar, sebelum akhirnya Ketua menutup mata." Ada kesenduan di sorot mata Seira.

Flash Back On

Rumah Seira penuh dengan pelayat yang mengenakan baju hitam. Ada satu wanita yang tengah menangis tersedu-sedu disamping peti berisi jasad Fukuzawa Yukichi, dan wanita itu adalah Kin, istri pertamanya.

Seira tidak bisa mendekat, walau dalam hatinya ia ingin sekali memberikan penghormatan terakhir dan menggenggam telapak tangan suaminya. Mengambil nafas dalam dan mengeluarkan secara perlahan sambil menahan matanya agar tidak menumpahkan bulir bening yang terasa semakin menumpuk di pelupuk mata.

Ia memutuskan untuk mengasingkan diri, duduk diserambi belakang rumahnya sambil memeluk lutut. Ia ingin menangis, tapi ia terus menahannya sampai seseorang datang dan duduk disampingnya.

"Ketika langit mendung, sebagian orang berharap agar hujan tidak turun. Dan sebagian yang lain mengharapkan hujan untuk segera turun."

Seira menoleh, pandangannya kabur karena air mata yang menumpuk disana. Tapi satu hal yang bisa ia tau, orang itu, yang duduk disampingnya adalah seorang pria dengan rambut perak dan tubuh yang tinggi seperti Mr. Fukuzawa.

Pria itu mengulurkan sebuah sapu tangan pada Seira, "Mungkin saja nanti hujan, jadi bisa kau gunakan untuk menutup kepala dan wajahmu."

Pria itu menatap Seira yang juga menatapnya dengan mata penuh air mata yang bisa kapan saja tumpah. Pria itu membentangkan sapu tangan, lalu meletakannya diatas kepala Seira hingga menutup sebagian wajahnya.

FRIEND ZONE (1st Friend Series)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang