1

752 220 181
                                                  

Hi Guys!
Hello Directioners Indonesia!

Terima kasih udah mau mampir ke ceritaku.. 😊

Oiya, Aku ngga maksa kalian buat comment. Tapi Satu VOTE dari kalian sangat berharga :) Vote itu gratis kok :)
Mohon dukungannya ya, Directioners ;) Thank you

❤️HAPPY READING DIRECTIONERS❤️

***

#Author

Pagi menjelang siang tepatnya pukul sepuluh lewat lima belas menit, Liam duduk bersandar, memandangi foto dirinya bersama keempat sahabatnya yang tertata rapih diatas nakas.

Pagi menjelang siang tepatnya pukul sepuluh lewat lima belas menit, Liam duduk bersandar, memandangi foto dirinya bersama keempat sahabatnya yang tertata rapih diatas nakas

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tanpa terasa sudah sembilan hari ia terbaring disana, ditempat yang tak asing lagi baginya. Yap, benar sekali ! Tempat itu adalah Rumah sakit.

Kondisinya yang masih sangat lemah, ditambah lagi dengan penyakitnya yang tak kunjung sembuh, membuat dokter melarangnya pulang dari 'Tempat penginapan termahal' itu. Gara-gara penyakit gagal ginjal yang dideritanya, ia terpaksa harus bolak-balik kerumah sakit hanya untuk cuci darah. Dan jika penyakitnya itu kambuh, tak heran ia harus rela dirawat berhari-hari demi keselamatan nyawanya.

Liam menderita penyakit itu, sejak lahir. Salah satu organ ginjalnya tidak berfungsi. Kondisi itu membuatnya terpaksa harus bertahan hidup hanya dengan satu ginjal saja, tidak seperti kebanyakan orang normal lainnya yang memiliki sepasang ginjal.

Ia menarik nafas dalam-dalam dan menghempaskannya perlahan, kemudian memutuskan untuk memejamkan matanya sejenak. Pernyataan dokter tadi pagi yang mengatakan bahwa fungsi ginjalnya tidak dapat bertahan lama lagi, terus memenuhi pikirannya. Tiba-tiba saja tenggorokannya terasa kering bahkan untuk menelan ludah saja rasanya sakit. Telinganya mendengung. Bayangan dirinya sudah diambang kematian pun turut menghantuinya. Otaknya tidak bisa memikirkan hal lain. Semakin jauh ia memikirkan hal itu, Liam semakin merasa sesak.

'Kleekk

Suara knop pintu terbuka, tiba-tiba membuyarkan pikirannya begitu saja. Sontak, ia membuka matanya dan mendapati dua orang laki-laki berjalan mendekat kearahnya.

"Hai Liam..!" Sapa laki-laki berambut blonde itu. Sedangkan yang disapa hanya melontarkan senyuman, sebisa mungkin menutupi pikirannya yang sedang kalut.

"Bagaimana keadaanmu?" Kali ini Harry yang bertanya.

"I'm fine," Liam menjawab seadanya disertai senyuman kecil.

***

#Author

Niall dan Harry, mereka adalah sahabat Liam.

End Up Here. Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang