MAS UBI TAMPAN

49 6 1
                                                  

Jadi gini readers,part 2 sebelumnya (KENANGAN ITU + MASA ITU) merupakan flashback ya. Itu menceritakan hubungan Angel sama Alex waktu sekolah dulu. Walau sekilas,semoga bisa memberikan gambaran ya. Intinya itu,dulu waktu sekolah Angel nya genit ma Alex yang acuh tapi malu-malu.
Udah mau ngabarin itu aja. Maacih.

Mohon bantuannya. Kalo ada typo bisa calling calling ya. Caelah bahasanya calling calling 😅 😅

Aku kasih video lagu ter ❤ ❤ di media buat kalian 😘😘

HAPPY READING 🤗

***

"Assalamualaikum" aku mendongkakkan wajahku dari hp saat mendengar suara salam dari arah depan warung.

"Wa'alaikumsalam,calon imam" jawabku setengah sadar dengan mata tak berkedip saat menatap seorang seorang pria tampan dihadapanku.

Oh ya Tuhan!!! Dapet durian runtuh ni gue. Tau aja lagi bosen nungguin si kupret Afi' sambil jaga warung,eh malah dikasih cuci mata gratis.

Pria itu pun mengembangkan senyumnya namun senyumnya itu terlihat sedikit kaku menurutku.

"Mbak,mau beli ubi,masih?" tanya pria itu,sedangkan aku masih terbengong menatap wajah tampannya.

"Mbak. Mbak Angel" aku pun berjengit mendengar panggilannya.
Dengan menahan malu,aku pun mengedip-ngedipkan mataku dan memperbaiki raut wajahku agar terlihat biasa.

Malu dong ya ketahuan,mandang cogan siang bolong kek gini.

"Oh, ubi ya, Mas? Ada kok. Mau yang digoreng apa yang masih mentah aja, Mas?" tanya ku berusaha santai.

Kalau diliat-liat si rasanya aku sudah pernah berjumpa dengannya. Garis wajahnya sampai senyumannya benar-benar nampak familiar. Namun aku lupa pernah bertemu dengannya apa belum.

Dan. Oh tunggu sebentar. Tadi pria itu memanggil namaku kan? Dari mana ia tahu? Oh ya Tuhan aku lupa. Namaku itu memang cukup terkenal dikalangan warga sekitar sini. Karena usaha warung ayahku ini cukup besar maka dari itu selain nama ayahku yang terkenal,namaku juga ikut melambung. Apalagi jika seseorang bertanya mengenai hal-hal tertentu yang sangat berkaitan erat dengan usaha ayah ini. Mereka pasti langsung menyebutkan nama ayah kalau tidak namaku. 

Hanya sedikit songong saja. Nama ku itu termasuk nama yang jarang dipakai. Bahkan satu daerah pun hanya 2 orang yang bernama Angel. Aku dan entah siapa lagi yang satunya. Intinya namanya juga Angel.
Maka dari itu namaku cukup tenar didaerah sini.

"yang mentah aja, Mbak" jawab pria tampan itu.

"Mau berapa kilo,Mas?"

"5 kilo aja, Mbak"

Aku mengangguk dan segera mengambilkan kresek hitam yang sudah kuperkirakan akan muat untuk menampung ubi seberat 5kg.

"Milih sendiri bisa kan Mas? Tuh didepan situ" aku tersenyum sopan seraya menyodorkan kresek padanya dan menunjuk tempat ubi dengan daguku.

Tempat ubinya itu didepan warung,jadi aku sedikit malas untuk keluar.

"Dipilihin aja ya,Mbak"

Aku pun mengangguk pasrah dan segera berjalan keluar untuk mengambil ubi yang diminta sang pangeran tampan.

Setelah dirasa berat ubi sudah mencapai 5 kg,akupun kembali masuk kedalam untuk menimbangnya.

Dan taraaa. Ternyata berat ubinya mendekati sempurna,hanya saja kelebihan sedikit. Yah mungkin cuma kelebihan sebesar 10an biji beras. Jadi dianggap aja pas.

"Nih ubinya,Mas. 30rebu aja kalo sama Mas" Aku menyerahkan satu kantong kresek berisi ubi kepada pria itu.

"Bagus ya,Mbak. Bisa pas gitu" pujinya seraya menerima kresek ubi yang kuserahkan.

SHADOW (Angel+Alex Story)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang