• 11. Perhatian •

405 45 12
                                    

Happy Reading 😊

Hari yang telah dinanti-natikan akhirnya tiba. Jam lima pagi Ara dan Ifa sudah siap menuju ke sekolahan tercinta.

Sebenarnya jadwal yang telah ditentukan adalah pukul 07:00. Tapi, mereka berdua harus berangkat lebih awal untuk menepati janjinya kepada Kak Indah.

Pagi ini mereka berdua berangkat dengan diantarkan oleh papa Ara. Semalam kedua orang tua Ara memang sudah kembali dari Malang. Namun karena persediaan bahan masakan yang telah habis, dengan berat hati Ara dan Ifa harus sarapan bubur yang telah dibelikan mamanya tadi.

Setelah keduanya sampai di sekolahan tanpa menunggu lama mereka langsung turun dan berjalan menuju ke ruang Osis untuk menemui Kak Indah, tentunya setelah berpamitan kepada papa Ara.

"Assalamualaikum." Kak Indah memasuki rungan osis ini, yang hanya terdapat Ara dan Ifa saja.

"Waalaikumussalam," jawab Ara dan Ifa bersamaan.

"Udah lama nunggunya?" Kak Indah duduk dikursi yang berada di depan kami.

"Lumayan 10 menitan kayaknya deh,'jawab Ifa dan mendapat cubitan manja yang mendarat di pinggangnya.

"Maaf ya kakak sedikit terlambat. Jadi maksud kakak meminta kalian untuk datang lebih awal adalah karena kakak ingin meminta bantuan buat bagi undian tempat duduk di bus nanti sekaligus menempelkan  kertas yang sudah kakak beri nomor di kursi bus-nya. Kalian mau?"tutur Indah.

"Ya pasti maulah kak," jawab Ara dengan mantap.

"Oke, kalau gitu kita mulai dari sekarang aja ya, biar cepet selesai." Ara dan Ifa pun mengangguk.

Hanya dalam 15 menit, tugas yang mereka kerjakan pun telah selesai.

Kak Indah adalah salah satu guru muda yang terkenal ramah, cantik, dan pandai. Di usianya yang masih 24 tahun dirinya sudah mengabdi sebagai guru di sekolahan ini, bukankah itu hebat. Di luar jam pelajaran para siswa lebih sering memanggil Indah dengan sebutan Kak bukan Bu. Ara dan Ifa sangat akrab dengan kak Indah. Bahkan sudah seperti adik kakak.

"Akhirnya selesai juga," ucap Ifa.

"Makasih ya Ra, Fa, udah bantuin kakak lagi," ungkap Kak Indah dengan senyumannya.

"Sama-sama kak. Gak usah sungkan untuk minta tolong ke kami kalau kakak perlu bantuan. Kan kak Indah juga sering bantuin kami. Iya gak Fa?"

"Yupss, betul sekale," jawab Ifa.

"Kalian emang adik kakak yang paling baik deh,"ucap kak Indah merangkul keduanya.

"Oh ya nanti biar sekalian kami bantu buat bagiin undiannya."

"Kalian gak capek?" tanya Kak Indah sungkan.

"Ya enggaklah kak," jawab Ara jujur. Dan akhirnya Kak Indah menyetujui tawaran kedua anak ini.

Ara, Ifa, Indah dan beberapa panitia lain sudah berada di depan gerbang sekolah untuk membagikan undian secara acak.

Sedangkan Raka dengan santainya berjalan ke meja daftar ulang, ketika melihat jika Ara ikut berpartisipasi dalam pembagian undian jiwa jahil Raka berkobar-kobar.

"Halo bu ketos galak," sapa Raka.

Melihat tak ada respon dari Ara, tentu membuat Raka menghembuskan nafas kasarnya.

"Dasar ketos galak, sombong lagi," tutur Raka kesal.

"Ihhh, sekolahannya sekarang serem ya?"ujar Ara.

"Emangnya ada apa Ra?" tanya Kak Indah.

"Ini lho kak, ada suara tapi gak ada wujudnya,"sindir Ara.

KETOS VS PRADANA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang